Kurikulum 2026/2027
Kokurikuler & Ekstrakurikuler
KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN TAHUN AJARAN 2026/2027
MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 KULON PROGO
NSM : 111134010002
NPSN : 60714005
STATUS AKREDITASI : A
ALAMAT : Dukuh, Ngestiharjo, Wates, Kulon Progo
Disusun Oleh:
Tim Pengembang Kurikulum
MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 Kulon Progo
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA KANTOR KEMENTERIANAGAMA KABUPATEN KULON PROGO
MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 KULON PROGO
TAHUN 2026
LEMBAR PENETAPAN
Setelah dilakukan serangkaian kegiatan evaluasi, perencanaan, dan rapat kerja penyusunan kurikulum yang melibatkan Kepala Madrasah, Guru, Tenaga Kependidikan, Pengawas Madrasah, Komite Madrasah, maka Kurikulum MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 Kulon Progo, ditetapkan untuk dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Ditetapkan di : Kulon Progo Pada Tanggal : 09 Juli 2026
Menyetujui,
Ketua Komite Madrasah Kepala Madrasah
SUJONO HARTATI, S.Pd.I.,M.Pd.
NIP. 197212301994032001
HALAMAN PENGESAHAN
Berdasarkan hasil telaah dan kajian Tim Pengembang Kurikulum, dengan memperhatikan pertimbangan dari Komite Madrasah dan rekomendasi Pengawas Madrasah maka dengan ini KURIKULUM MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 KULON PROGO disahkan dan
dinyatakan berlaku pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Selanjutnya pada akhir tahun pelajaran akan ditinjau dan dievaluasi keterlaksanaan dan ketercapaiannya sebagai acuan pengembangan kurikulum pada tahun pelajaran berikutnya.
Disahkan di : Kulon Progo Pada Tanggal : 09 Juli 2026
Menyetujui,
Ketua Komite Madrasah Kepala Madrasah
SUJONO HARTATI, S.Pd.I.,M.Pd.
NIP. 197212301994032001
Mengesahkan,
A.n Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo Kepala Seksi Pendidikan Madrasah
MUHAMAD DWI PUTRANTO, S.Pd.,M.M. NIP. 197508252005011005
LEMBAR VALIDASI KURIKULUM
Setelah dilakukan validasi dengan instrumen validasi yang telah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, maka kurikulum:
Madrasah : MIN 2 Kulon Progo
Alamat : Dukuh, Ngestiharjo, Wates, Kulon Progo Tahun Ajaran : 2026/2027
dapat direkomendasikan untuk mendapat pengesahan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pada madrasah tersebut pada Tahun Pelajaran 2026/2027 sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
Kulon Progo,09 Juni 2026 Pengawas Madrasah
Mulat Viriyanto, S.Pd., M.Pd. NIP. 197709172002121008
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas bimbingan taufik dan hidayah-Nya, Tim Pengembang Kurikulum dapat menyelesaikan penyusunan dan pengembangan Kurikulum MIN 2 Kulon Progo. Pengembangan kurikulum ini berdasarkan Kurikulum Merdeka. Tersusunnya kurikulum ini untuk digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan dan menentukan berbagai kebijakan proses kegiatan belajar mengajar, agar terencana, terarah, terprogram dan tepat tujuan yang akan dicapai khususnya dalam mengantarkan Murid menjadi insan kamil sebagai bekal hidup dan bekal membangun negeri tercinta Indonesia.
Selama proses pengembangan kurikulum ini, kami berupaya semaksimal mungkin dalam menyajikan konsep, perangkat, serta strategi yang ideal. Kekurangan dan kesalahan tidak bisa kami hindari karena berbagai keterbatasan yang ada pada kami, sehingga kami mohon masukan dari pejabat yang berwenang agar menjadi kurikulum yang lebih sempurna. Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan serta bimbingan demi terselesaikannya kurikulum ini, terlebih khusus kepada:
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo
Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo
Komite Madrasah MIN 2 Kulon Progo
Pendidik dan Tenaga Kependidikan MIN 2 Kulon Progo
Tim pengembang kurikulum MIN 2 Kulon Progo berharap semoga kurikulum yang disusun bisa menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Tahun 2026/2027 berjalan. Sehingga sesuai dengan tujuan pendidikan yang membentuk manusia yang bermartabat dan hebat.
Kulon Progo, 09 Juli 2026 Tim Pengembang Kurikulum
Ketua
Sudarman, S.Pd.I.,M.Pd. NIP. 197009181993031001
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. SK Tim Pengembang Kurikulum 112
Lampiran 2. Keputusan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kulon Progo 113
Lampiran 3. Modul Ajar Kurikulum Merdeka 123
Lampiran 4. LKPD 128
Lampiran 5. Program Kokurikuler 134
BAB I
ANALISIS KARAKTERISTIK MADRASAH
Karakteristik MIN 2 Kulon Progo
Profil MIN 2 Kulon Progo
MIN 2 Kulon Progo merupakan madrasah negeri yang berdiri sejak tahun 1980 sebagai hasil relokasi dari MIN Ngloro, Sapto Sari, Gunungkidul, berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor 27 Tahun 1980 tanggal 31 Mei 1980. Sejak berdiri, madrasah ini telah dipimpin oleh beberapa kepala, yaitu Bapak Burhanuddin, Ibu Sriyatun, Bapak Warso, Bapak Sumali, Bapak Samsudin, MA, Bapak Rahmat Agus Salim, S.Ag, Ibu Imma Fatayati, S.Ag, Ibu Etik Fadhilah Ihsanti, M.Pd, dan kini dipimpin oleh Ibu Hartati, S.Pd.I., M.Pd.
Madrasah ini terletak di Dusun Dukuh (Dusun II), Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, tepat di tepi barat Sungai Serang, dengan batas utara rumah Ibu Hudi Latif, selatan jalan dusun, timur Sungai Serang, dan barat rumah Bapak Mangun. Berada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, madrasah ini awalnya bernama MIN Ngestiharjo, dan resmi berganti nama menjadi MIN 2 Kulon Progo pada 27 Januari 2017 sesuai Keputusan Kepala Kankemenag DIY Nomor 68 Tahun 2017
Analisis berdasar Rapor Pendidikan 2025: Literasi (A1):
Kompetensi literasi murid masih memerlukan penguatan, khususnya pada kemampuan memahami teks kompleks, kemampuan menulis dan Merefleksikan isi teks.
Madrasah berkomitmen meningkatkan program pembiasaan literasi harian. Numerasi (A2):
Kemampuan numerasi murid perlu ditingkatkan terutama pada pemecahan masalah matematika kontekstual.
Program penguatan numerasi melalui pembelajaran berbasis proyek perlu diintensifkan. Karakter (A3)
Menunjukkan perkembangan positif pada dimensi gotong royong dan kebhinekaan global.
Perlu penguatan pada dimensi bernalar kritis dan kreatif
Adapun data madrasah secara lengkap adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Data Madrasah
| a. | Data Madrasah | |
|---|---|---|
| Nama Madrasah | MIN 2 Kulon Progo | |
| Alamat Madrasah | ||
| 1) Provinsi | D.I Yogyakarta | |
| 2) Kabupaten | Kulon Progo | |
| 3) Kapanewon | Wates | |
| 4) Kelurahan | Ngestiharjo | |
| 5) Dusun | Dukuh | |
| 6) Jalan | - | |
| 7) Kode Pos | 55653 | |
| 8) Telepon / Fax | ||
| 9) Email / Website | ||
| b. | NSM | 111134010002 |
| c. | NPSN | 60714005 |
| d. | Status Madrasah | Negeri |
| e. | Tahun Pendirian | 1980 |
| SK Pendirian | 27 Tahun 1980 | |
| f. | Akreditasi Nilai Predikat Nilai Angka Tahun Akreditasi Nomor SK Akreditasi | A 2024 |
| g. | Kepala Madrasah | |
| Nama | Hartati, S.Pd.I.,M.Pd. | |
| NIP | 197212301994032001 | |
| Alamat | Glaheng, Sindutan, Temon, Kulon Progo | |
| h. | Kepemilikan Madrasah | Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo |
| i. | Nama | MIN 2 Kulon Progo |
| Alamat | Dukuh, Ngestiharjo, Wates, Kulon Progo | |
| Kepala Kantor | Muhamad Wahib Jamil.S.Ag.,M.Pd. |
Murid
MIN 2 Kulon Progo saat ini memiliki 185 Murid yang berasal dari berbagai dusun di sekitar Kalurahan Ngestiharjo dan wilayah Kapanewon Wates. Keberagaman latar belakang murid mencerminkan keterbukaan madrasah ini dalam menerima Murid dari
berbagai kalangan, baik dari keluarga dengan latar belakang pendidikan formal maupun tradisional. Suasana belajar yang religius, tertib, dan penuh keakraban menjadikan para murid merasa nyaman dan semangat dalam mengikuti proses pembelajaran.
Animo masyarakat terhadap MIN 2 Kulon Progo sangat tinggi, terbukti dari antusiasme orang tua yang secara aktif mendukung setiap kegiatan madrasah. Banyak orang tua secara rutin terlibat dalam kegiatan komite, kerja bakti, maupun kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh madrasah. Kepercayaan masyarakat ini tidak terlepas dari reputasi madrasah yang terus membaik, prestasi murid yang meningkat, serta program-program unggulan yang selaras dengan kebutuhan zaman namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam.
Tabel 2. Rekapitulasi Murid 3 Tahun Terakhir
| No. | Tahun Pelajaran | Kelas | Kelas | Kelas | Kelas | Kelas | Kelas | Jumlah |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| No. | Tahun Pelajaran | I | II | III | IV | V | VI | Jumlah |
| 1 | 2024/2025 | 44 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 190 |
| 2 | 2025/2026 | 28 | 44 | 28 | 28 | 29 | 30 | 187 |
| 3 | 2026/2027 | 28 | 28 | 44 | 28 | 28 | 29 | 185 |
Murid MIN 2 Kulon Progo berasal dari wilayah yang cukup beragam, tidak hanya dari Dusun Dukuh tempat madrasah ini berada, tetapi juga dari dusun-dusun lain di Kalurahan Ngestiharjo serta beberapa wilayah di sekitarnya seperti Bendungan, Wates, dan Panjatan. Murid yang tinggal kurang dari 1 km ada 22,5%, Sebagian besar murid tinggal dalam radius 1 hingga 2 kilometer dari madrasah ada 43,5%, yang jarak rumahnya 2-4 km ada 17%, namun ada juga beberapa murid yang menempuh jarak lebih jauh, sekitar 5 kilometer lebih ada 17%, berangkat dengan menggunakan sepeda, ojek, atau diantar orang tua.
Keragaman asal wilayah Murid ini menunjukkan bahwa MIN 2 Kulon Progo memiliki daya tarik tersendiri di mata masyarakat luas. Meskipun berada di kawasan yang relatif pedesaan, keberadaan program unggulan dan lingkungan belajar yang kondusif membuat madrasah ini diminati oleh keluarga dari berbagai latar belakang dan jarak tempuh. Hal ini juga menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan dan nilai-nilai keislaman yang ditanamkan di madrasah mampu menjangkau kepercayaan masyarakat lintas wilayah.
Tabel 3. Jarak Rumah Murid ke Madrasah
| No | Jarak Rumah ke Madrasah | Persentase |
|---|---|---|
| 1. | Kurang dari 1 km | 22,5% |
| 2. | 1 – 2 km | 43,5% |
| 3. | 2 – 4 km | 17% |
| 4. | Lebih dari 5 km | 17% |
Keadaan usia Murid di MIN 2 Kulon Progo cukup bervariasi. Sebagian besar murid berada pada rentang usia sekolah dasar yang ideal, yaitu 7 hingga 12 tahun. Tercatat, 12% murid berusia kurang dari 7 tahun, sedangkan kelompok usia terbanyak berikutnya berada pada rentang 8–9 tahun (17%) dan 9–10 tahun (18%). Usia 11–12 tahun mencakup 13%, dan masing-masing 16%. Data ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar murid berada pada usia yang sesuai jenjang, masih terdapat sebagian kecil yang lebih muda atau lebih tua dari standar usia di tingkat sekolah dasar.
Tabel 4. Usia Murid
| No | Usia Murid | Persentase |
|---|---|---|
| 1. | Kurang dari 7 tahun | 12,% |
| 2. | 7 – 8 tahun | 22 % |
| 3. | 8 – 9 tahun | 17 % |
| 4. | 9 – 10 tahun | 18 % |
| 5. | 10 – 11 tahun | 17 % |
| 6. | 11 – 12 tahun | 13 % |
| 7. | Lebih dari 12 tahun | 16 % |
Hasil pemetaan gaya belajar menunjukkan bahwa mayoritas murid MIN 2 Kulon Progo memiliki gaya belajar auditori sebesar 44%, yang berarti mereka lebih mudah memahami materi melalui mendengarkan. Sebanyak 29% murid memiliki gaya belajar visual, yaitu memahami informasi melalui gambar, warna, atau tampilan visual lainnya. Sementara itu, 27% murid cenderung kinestetik, yang berarti mereka belajar lebih efektif melalui aktivitas fisik dan praktik langsung. Data ini menjadi acuan penting bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan murid.
Tabel 5. Tipe Gaya Belajar Murid
| No | Gaya Belajar Murid | Persentase |
|---|---|---|
| 1. | Auditori | 44% |
| 2. | Visual | 29% |
| 3. | Kinestetik | 27% |
Sebagian besar murid MIN 2 Kulon Progo memiliki minat di bidang olahraga, dengan persentase tertinggi sebesar 44%. Disusul oleh ketertarikan pada kesenian sebanyak 26%, sementara hobi membaca dan menulis masing-masing sebesar 6% dan 4%. Sisanya, 20% memiliki kegemaran lain di luar kategori utama. Data ini menunjukkan bahwa murid cenderung aktif dan memiliki minat yang beragam, terutama dalam kegiatan fisik dan seni.
Tabel 6. Hobi atau Kegemaran Murid
| No | Hobi / Kegemaran | Persentase |
|---|---|---|
| 1. | Olahraga | 44% |
| 2. | Kesenian | 26% |
| 3. | Membaca | 6% |
| 4. | Menulis | 4% |
| 5. | Lainnya | 20% |
Latar belakang pendidikan orang tua atau wali murid di MIN 2 Kulon Progo bervariasi. Sebagian besar lulusan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada 14% dan Sekolah Menengah Atas (SMA) 64%, sementara sebagian lainnya merupakan lulusan perguruan tinggi17%, baik D3 maupun S1. Meski ada pula yang hanya menempuh pendidikan dasar 5%, namun semangat mereka dalam mendukung pendidikan anak sangat tinggi. Hal ini tercermin dari keterlibatan aktif dalam kegiatan madrasah dan kemauan untuk bekerjasama demi kemajuan pendidikan putra-putri mereka. Madrasah terus menjalin komunikasi positif dengan orang tua sebagai mitra utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung karakter murid.
Tabel 7. Data Pendidikan Orang Tua/Wali
| No | Pendidikan Orang Tua/Wali | Persentase |
|---|---|---|
| 1. | SD Sederajat | 5% |
| 2. | SMP Sederajat | 14% |
| 3. | SMA Sederajat | 64% |
| 4. | D3 | 4% |
| 5. | D4 / S1 | 13% |
| 6. | S2 | 1% |
| 7. | S3 | 0% |
Sebagian besar orang tua murid di MIN 2 Kulon Progo bekerja di sektor informal, dengan 27% sebagai buruh dan 24% tidak bekerja. Pengusaha/wiraswasta tercatat sebanyak 12%, sedangkan pegawai swasta mencapai 9%. Pekerjaan sebagai PNS dan guru/dosen masing-masing sebesar 3%, sementara profesi lain seperti TNI/Polisi, tenaga kesehatan, dan sopir berada di angka kecil, yakni 1%. Sebanyak 20% lainnya memiliki pekerjaan yang tidak tercantum secara spesifik. Data ini menunjukkan latar belakang pekerjaan yang beragam, namun didominasi oleh sektor pekerjaan tidak tetap dan informal.
Tabel 8. Jenis Pekerjaan Orang Tua/Wali
| No | Jenis Pekerjaan Orang Tua ayah dan Ibu | Persentase |
|---|---|---|
| 1. | Tidak bekerja | 24% |
| 2. | Pensiunan | 0% |
| 3. | PNS | 3% |
| 4. | TNI/Polisi | 1% |
| 5. | Guru/Dosen | 3% |
| 6. | Pegawai Swasta | 9% |
| 7. | Pengusaha/Wisraswasta | 12% |
| 8. | Dokter/Bidan/Perawat | 1% |
| 9. | Nelayan | 0% |
| 10. | Buruh (Tani/Pabrik/Bangunan) | 27% |
| 11. | Sopir/Masinis/Kondektur | 1% |
| 12. | Lainnya | 20% |
Berdasarkan data yang diperoleh dari Tabel 9, sebagian besar orang tua/wali murid di MIN 2 Kulon Progo memiliki penghasilan dalam kategori rendah. Tercatat sebanyak 27% orang tua tidak memiliki penghasilan tetap, sedangkan 23% lainnya berpenghasilan kurang dari atau sama dengan Rp 800.000 per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa separuh lebih dari total wali murid berada dalam kondisi ekonomi yang cukup terbatas.Sebanyak 17% orang tua berada dalam kisaran penghasilan Rp 800.001 hingga Rp 1.200.000, dan hanya 6% yang memperoleh antara Rp 1.200.000 hingga Rp 1.800.000. Sementara itu, 13% orang tua memiliki penghasilan antara Rp 1.800.000 hingga Rp 2.500.000.
Kelompok dengan penghasilan menengah ke atas memiliki persentase yang lebih kecil. Masing-masing 6% dan 4% berada pada rentang penghasilan Rp 2.500.000 – Rp 3.500.000 dan Rp 3.500.000 – Rp 4.800.000. Hanya 2% orang tua yang memiliki penghasilan antara Rp 4.800.000 hingga Rp 6.500.000, serta 2% lainnya dalam rentang Rp 6.500.000 – Rp 10.000.000. Tidak terdapat orang tua dengan penghasilan di atas Rp 10.000.000
Tabel 9. Penghasilan Orang Tua/Wali
| No | Penghasilan Orang Tua/Wali | Persentase |
|---|---|---|
| 1. | Tidak Ada Penghasilan | 23% |
| 2. | ≤ Rp 800.000 | 27% |
| 3. | Rp 800.001 – Rp 1.200.000 | 17% |
| 4. | Rp 1.200.000 – Rp 1.800.000 | 6% |
| 5. | Rp 1.800.000 – Rp 2.500.000 | 13% |
| 6. | Rp 2.500.000 – Rp 3.500.000 | 6% |
| 7 | Rp 3.500.000 – Rp 4.800.000 | 4% |
| 8 | Rp 4.800.000 – Rp 6.500.000 | 2% |
| 9 | Rp 6.500.000 – Rp 10.000.000 | 2% |
| 10 | Rp 10.000.000 – Rp 20.000.000 | 0% |
| 11 | ≥ 20.000.000 | 0% |
Guru dan Tenaga Kependidikan
MIN 2 Kulon Progo memiliki 13 guru ASN, terdiri dari 5 laki-laki dan 7 perempuan. Sebanyak 7 orang berkualifikasi S1 dan 5 orang S2, serta satu orang belum memiliki
sertifikat pendidik. Tidak terdapat guru tidak tetap (GTT) pada tahun ini. Untuk tenaga kependidikan, tercatat 4 orang, yaitu 3 ASN dan 1 PTT.
Berdasarkan pendidikan terakhir, 1 orang lulusan SMA, 1 orang D3, dan 2 orang S1. Secara umum, kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan di MIN 2 Kulon Progo telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Tabel 10. Data Kualifikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
| Data Pendidik | Data Pendidik | Data Pendidik | Data Pendidik | Data Pendidik | Data Pendidik | Data Pendidik | Data Pendidik | Data Pendidik | Data Pendidik |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uraian Data | Jenis Kelamin | Jenis Kelamin | Kualifikasi Pendidikan | Kualifikasi Pendidikan | Kualifikasi Pendidikan | Sertifikat Pendidik | Sertifikat Pendidik | Sertifikat Pendidik | Sertifikat Pendidik |
| Uraian Data | L | P | S1 | S2 | S3 | Sudah | Sudah | Belum | Belum |
| 1. ASN | 5 | 8 | 8 | 5 | - | 12 | 12 | 1 | 1 |
| 2. GTT | - | - | - | - | - | ||||
| Jumlah | 5 | 8 | 8 | 5 | 0 | 12 | 12 | 1 | 1 |
| Tenaga Kependidikan | Tenaga Kependidikan | Tenaga Kependidikan | Tenaga Kependidikan | Tenaga Kependidikan | Tenaga Kependidikan | Tenaga Kependidikan | Tenaga Kependidikan | Tenaga Kependidikan | Tenaga Kependidikan |
| Uraian Data | Jenis Kelamin | Jenis Kelamin | Kualifikasi Pendidikan | Kualifikasi Pendidikan | Kualifikasi Pendidikan | Kualifikasi Pendidikan | Kualifikasi Pendidikan | Kualifikasi Pendidikan | Kualifikasi Pendidikan |
| Uraian Data | L | P | SD | SMP | SMA/K | D2 | D3 | D3 | S1 |
| 1. ASN | 1 | 4 | 1 | - | 2 | - | 1 | 1 | 1 |
| 2. PTT | - | 1 | - | - | - | - | 1 | 1 | |
| Jumlah | 0 | 5 | 1 | - | 2 | - | 1 | 1 | 1 |
Sarana dan Prasarana
Prasarana bangunan
Mencakup lahan dan bangunan gedung baik untuk keperluan ruang belajar, ruang kantor, ruang pimpinan, ruang guru, ruang pertemuan/aula, ruang PTSP, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, fasilitas umum dan kesejahteraan, masjid/mushola, prasarana olahraga dan seni.
Prasarana umum berupa air, sanitasi, drainase, listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan internet dan CCTV, transportasi, parkir, dan taman.
Adapun data sarana prasarana selengkapnya terlihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 11. Data Lahan Madrasah
| No | Uraian Data | Luas Lahan |
|---|---|---|
| 1. | Luas Lahan | 2.253 m2 |
| 2. | Luas Bangunan | 1.753 m2 |
| 3. | Luas Halaman | 250 m2 |
| 4. | Luas Lapangan | 250 m2 |
Tabel 12. Data Sarana dan Prasarana Madrasah
| No | Uraian Data | Jumlah | Luas |
|---|---|---|---|
| 1. | Ruang Kepala Madrasah | 1 | 21 m2 |
| 2. | Ruang Guru | 1 | 63 m2 |
| 3. | Ruang Tata Usaha | - | - |
| 4. | Ruang PTSP/Tamu | - | - |
| 5. | Ruang Perpustakaan | 1 | 49 m2 |
| 6. | Ruang Laboratorium | - | - |
| 7. | Ruang UKS | 1 | 42 m2 |
| 8. | Ruang Kelas | 8 | 56 m2 |
| 9. | Ruang OSIS | - | - |
| 10. | Ruang Bimbingan Konseling | - | - |
| 11. | Gudang | 1 | 10 m2 |
| 12. | Aula | 1 | - |
| 13. | Kantin | 1 | 20 m2 |
| 14. | Lapangan | 1 | 250 m2 |
| 15. | Parkir | 1 | 40 m2 |
| 16. | Kamar Mandi/WC | 8 | 32 m2 |
| 17. | Dapur | 1 | 20 m2 |
| 18. | Dll | m2 |
Lingkungan Madrasah
MIN 2 KulonProgo ini berada di bawah naungan kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta, awalnya bernama MIN Ngestiharjo. Pada tanggal 27 Januari 2017 MIN Ngestiharjo beralih nama menjadi MIN 2 kulon Progo berdasar pada Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta nomor 68 tahun 2017 tentang memberlakuan Perubahan Nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri Dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun letak gedung MIN 2 Kulon Progo ini di batasi oleh :
Sebelah Utara : Rumah Ibu Hudi Latif
Sebelah Selatan : Jalan Dusun
Sebelah Timur : Sungai Serang
Sebelah Barat : Rumah Bp Mangun
MIN 2 Kulon Progo berdiri di atas tanah seluas 2.255 m²
Sedangkan Madrasah Ibtidaiyah Negeri ini berdekatan dengan SD Negeri Dukuh yang jaraknya kira kira 500 m di sebelah barat, juga terletak sekitar 2 km dengan sarana vital pemerintahan dan fasilitas umum Tingkat Kapanewon yaitu Kantor Kapanewon Wates, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Wates, SMP Negeri 3 Wates, SMP Negeri 2 Wates, dan Pasar Bendungan. Madrasah terletak di daerah dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat yang beragam. Lokasi madrasah yang di daerah pinggiran ini menyebabkan beragamnya latar belakang dari Murid dan orang tua. Hal ini berpengaruh terhadap proses pembelajaran serta adaptasi lingkungan dan sosial budaya bagi Murid.
Kekhasan/Keunggulan Madrasah
MIN 2 Kulon Progo berada di lingkungan budaya Jawa. Hal ini menambah referensi madrasah untuk memperkaya murid akan budaya di lingkungan terdekatnya. Keberadaan desa budaya menjadi potensi lain yang dimanfaatkan madrasah untuk memperkenalkan budaya lainnya. Keberagaman daerah asal dan profesi orang tua murid pun memberikan dukungan terhadap proses belajar mengajar.
Latar belakang agama warga madrasah seluruhnya beragama Islam. Sebagian besar pendidik dan tenaga kependidikan berdomisili di daerah yang dekat dengan madrasah. Hal ini memudahkan pendidik dalam melaksanakan kegiatan madrasah. Selain itu juga berdampak positif bagi madrasah dalam menerapkan program pembiasaan pagi dengan budaya disiplin waktu, 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) dan kepedulian sosial pada seluruh warga madrasah.
Karakteristik sosial dan budaya lingkungan madrasah Murid dan karakteristik Kabupaten Kulon Progo yang menjunjung tinggi tradisi mempengaruhi proses pembelajaran di madrasah seperti penyediaan ekstrakurikuler membatik. MIN 2 Kulon Progo sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat Kulon Progo, konsisten dan turut melestarikan budaya tradisi Jawa yang merupakan ciri khas Kabupaten Kulon Progo maupun Daerah Istimewa Yogyakarta. Wujud keikutsertaan madrasah untuk melestarikan budaya tradisi, maka Bahasa Jawa yang merupakan ciri khas Kulon Progo dimasukkan ke dalam mata pelajaran muatan lokal wajib bagi madrasah. Hal ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, nomor 64 Tahun 2013 tentang mata pelajaran Bahasa Jawa sebagai Muatan Lokal wajib di sekolah atau madrasah.
Sebagai upaya pelestariannya, batik tersebut ditetapkan sebagai seragam Murid dan seragam bagi ASN di lingkungan Kabupaten Kulon Progo. MIN 2 Kulon Progo menetapkan batik dalam ekstrakurikuler pada tahun ajaran 2026/2027.
Disamping ekstrakurikuler batik sebagai wujud pelestarian budaya dan pengenalan budaya jawa dengan generasi muda maka di MIN 2 Kulon Progo juga diselenggarakan ekstrakurikuler karawitan. Tujuan dari ekstra ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada Murid.
Karakteristik Hasil Analisis
Karakteristik Madrasah
MIN 2 Kulon Progo adalah merupakan satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, mengembangkan kurikulum madrasah mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Proses pengembangan kurikulum ini dilakukan setiap tahun berdasar pada prinsip : berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan serta kepentingan Murid dan lingkungannya; beragam dan terpadu; tanggap terhadap perkembangan IPTEK; relevan dengan kebutuhan kehidupan; menyeluruh dan berkesinambungan; belajar sepanjang hayat; dan seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Struktur dan Muatan Kurikulum disusun dengan memperhatikan peraturan-peraturan pemerintah mengenai 8 standar nasional pendidikan serta dengan mempertimbangkan upaya-upaya peningkatan iman dan takwa; peningkatan akhlak mulia; pengamalan agama Islam serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan persatuan nasional. Untuk mengembangkan kondisi ideal di atas maka MIN 2 Kulon Progo Kulon Progo melakukan analisis dan evaluasi dengan merujuk pada pencapaian 8 SNP. Adapun yang dilakukan MIN 2 Kulon Progo adalah dengan mengembangkan berbagai program yang dijelaskan sebagaimana berikut ini.
Pertama, merujuk pada SK Dirjen Pendis Nomor 1891 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penanaman dan Penguatan Karakter, maka MIN 2 Kulon Progo menjadikan materi Moderasi Beragama sebagai bagian penanaman dan penguatan karakter Murid. Moderasi Beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.
Pelaksanaan Moderasi Beragama melalui kegiatan intrakurikuler dengan model integrasi paradigma moderasi beragama melalui desain kurikulum, peran guru, pemilihan buku ajar, proses pembelajaran dan materi evaluasi pembelajaran di MIN 2 Kulon Progo. Moderasi Beragama juga dilakukan melalui kegiatan ektrakurikuler, dengan model integrasi paradigma moderasi beragama melalui desain kegiatan, penentuan pelatih, penyusunan buku panduan, dan pelaksanaan kegiatan. Termasuk di dalamnya adalah melibatkan Murid di semua kegiatan masyarakat yang bersifat kearifan lokal dan mengacu pada pengembangan diri murid.
Kedua, program tentang Pembelajaran Anti Korupsi. Program pembelajaran anti korupsi tertuang dalam pencegahan sesuai dengan amanat UU No.30 tahun 2002 pasal 13 huruf c yakni menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap jenjang pendidikan tentunya dalam meningkatkan daya guna dan hasil guna upaya pemberantasan korupsi diperlukan peran serta dari seluruh stakeholder bangsa ini, dengan tujuan sebagai proses pembelajaran dalam penguatan nilai-nilai antikorupsi untuk setiap level jenjang pendidikan dengan pelibatan dari seluruh elemen agar lebih dapat memahami, menyadari dan menyakini serta mengaktualisasikan pendidikan antikorupsi dari ruang kelas, sekolah, rumah, serta lingkungan.
Ketiga, MIN 2 Kulon Progo adalah merupakan satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, mengembangkan kurikulum madrasah mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Proses pengembangan kurikulum ini dilakukan setiap tahun berdasar pada prinsip : berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan serta kepentingan Murid dan lingkungannya; beragam dan terpadu; tanggap terhadap perkembangan IPTEK; relevan dengan kebutuhan kehidupan; menyeluruh dan berkesinambungan; belajar sepanjang hayat; dan seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Struktur dan Muatan Kurikulum disusun dengan memperhatikan peraturan-peraturan pemerintah mengenai 8 standar nasional pendidikan serta dengan mempertimbangkan upaya-upaya peningkatan iman dan takwa; peningkatan akhlak mulia; pengamalan agama Islam serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan persatuan nasional. Untuk mengembangkan kondisi ideal di atas maka MIN 2 Kulon Progo melakukan analisis dan evaluasi dengan merujuk pada pencapaian 8 SNP. Adapun yang dilakukan MIN 2 Kulon Progo adalah dengan mengembangkan berbagai program yang dijelaskan sebagaimana berikut ini.
Pertama, merujuk pada SK Dirjen Pendis Nomor 1891 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penanaman dan Penguatan Karakter, maka MIN 2 Kulon Progo menjadikan materi Moderasi Beragaman sebagai bagian penanaman dan penguatan karakter Murid. Moderasi Beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.
Pelaksanaan Moderasi Beragama melalui kegiatan intrakurikuler dengan model integrasi paradigma moderasi beragama melalui desain kurikulum, peran guru, pemilihan buku ajar, proses pembelajaran dan materi evaluasi pembelajaran di MIN 2 Kulon Progo. Moderasi Beragama juga dilakukan melalui kegiatan ektrakurikuler, dengan model integrasi paradigma moderasi beragama melalui desain kegiatan, penentuan pelatih, penyusunan buku panduan, dan pelaksanaan kegiatan. Termasuk di dalamnya adalah melibatkan murid di semua kegiatan masyarakat yang bersifat kearifan lokal dan mengacu pada pengembangan diri murid.
Kedua, Madrasah Tahfidz MIN 2 Kulon Progo bertujuan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membentuk karakter Qur’ani sejak dini. Target utama adalah murid mampu menghafal minimal 1 juz Yaitu Juz 30 selama 6 tahun, dengan penguatan pemahaman nilai-nilai dalam ayat. Pengelolaan pembelajarannya melalui Guru tahfidz khusus, evaluasi berkala, dan dukungan orang tua.
Ketiga, MIN 2 Kulon Progo bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman untuk mendukung tumbuh kembang Murid secara optimal.
Target :Terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat,Murid terbebas dari penyakit menular,Lingkungan madrasah bersih, hijau, dan ramah anak.Pengelolaan pembelajaran dilakukan melalui:Edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di setiap pelajaran.Kegiatan rutin: cuci tangan, sikat gigi bersama, Jumat bersih.Pemeriksaan kesehatan berkala oleh UKS atau puskesmas.Kerja sama dengan orang tua dan instansi kesehatan.Pemanfaatan kantin sehat dan taman gizi. Pembiasaan senam dan olahraga rutin.
Keempat, Madrasah Siaga Bencana MIN 2 Kulon Progo bertujuan menumbuhkan kesiapsiagaan warga madrasah dalam menghadapi potensi bencana.
Target utama:Murid dan warga madrasah paham jenis bencana dan cara mitigasinya.Terlaksananya simulasi dan respons cepat saat terjadi bencana.Terwujudnya budaya sadar dan tanggap bencana.
Pengelolaan pembelajaran:Integrasi materi kebencanaan dalam pelajaran Pendidikan Pancasila. Pelatihan dan simulasi evakuasi secara berkala.Penyusunan peta jalur evakuasi dan titik kumpul dan Kerja sama dengan BPBD.
Karakteristik Sosial Budaya dan Lingkungan
MIN 2 Kulon Progo berada di lingkungan budaya Jawa. Hal ini menambah referensi madrasah untuk memperkaya murid akan budaya di lingkungan terdekatnya. Keberadaan desa budaya menjadi potensi lain yang dimanfaatkan madrasah untuk memperkenalkan budaya lainnya. Keberagaman daerah asal dan profesi orang tua murid pun memberikan dukungan terhadap proses belajar mengajar.
Latar belakang agama warga madrasah seluruhnya beragama Islam. Sebagian besar pendidik dan tenaga kependidikan berdomisili di daerah yang dekat dengan madrasah. Hal ini memudahkan pendidik dalam melaksanakan kegiatan madrasah. Selain itu juga berdampak positif bagi madrasah dalam menerapkan program pembiasaan pagi dengan budaya disiplin waktu, 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) dan kepedulian sosial pada seluruh warga madrasah.
Karakteristik sosial dan budaya lingkungan madrasah Murid dan karakteristik Kabupaten Kulon Progo yang menjunjung tinggi tradisi mempengaruhi proses pembelajaran di madrasah seperti penyediaan ekstrakurikuler membatik. MIN 2 Kulon Progo sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat Kulon Progo, konsisten dan turut melestarikan budaya tradisi Jawa yang merupakan ciri khas Kabupaten Kulon Progo maupun Daerah Istimewa Yogyakarta. Wujud keikutsertaan madrasah untuk melestarikan budaya tradisi, maka Bahasa Jawa yang merupakan ciri khas Kulon Progo dimasukkan ke dalam mata pelajaran muatan lokal wajib bagi madrasah. Hal ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, nomor 64 Tahun 2013 tentang mata pelajaran Bahasa Jawa sebagai Muatan Lokal wajib di sekolah atau madrasah.
Karakteristik Tenaga Pendidik dan Kependidikan
MIN 2 Kulon Progo memiliki tenaga pendidik dan kependidikan yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda; budaya, sosial ekonomi, dan pendidikan. Beberapa di antara mereka memiliki berbagai keterampilan, di antaranya: menyanyi, mendongeng, pertukangan, perkebunan, pertanian, juru ceramah, olah raga dan seni. Madrasah memfasilitasi pengembangan potensi dan bakat guru dan staf untuk mendukung kualitas pendidikan.
Pendidik dan tenaga kependidikan MIN 2 Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027 sebanyak 17 orang, terdiri atas 1 orang kepala madrasah, 12 orang pendidik, dan 5 orang tenaga kependidikan. Kepala madrasah berlatar pendidikan terakhir S 2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan status kepegawaian PNS. Latar Pendidikan para pendidik secara rinci yaitu 3 pendidik dengan latar pendidikan terakhir S2 PGMI, 3 pendidik dengan latar pendidikan terakhir S2 Guru kelas, 5 pendidik dengan latar pendidikan S1 Pendidikan Guru PAI, dan 1 pendidik dengan latar Pendidikan S1 Psychologi. Sebanyak 9 pendidik berstatus sebagai PNS dan sebagian besar menerima tunjangan profesi. Sedang 3 orang berstatus ASN PPPK. Tenaga kependidikan sebanyak 4 orang, yaitu 2 orang berstatus PNS, 2 orang ASN PPPK tenaga kependidikan sebagai operator madrasah dan status kepegawaiannya adalah non PNS.
Hampir semua pendidik kompeten dalam pembelajaran dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Kompetensi pendidik dalam hal ini terkait dengan penguasaan berbagai strategi pembelajaran, model pembelajaran berbasis projek, pemanfaatan teknologi untuk produksi media video pembelajaran, dan pemanfaatan platform digital. Kompetensi ini mempengaruhi perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran baik intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, ekstrakurikuler, maupun kebijakan lainnya. Sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan sebagai pembimbing ekstrakurikuler memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam setiap bidang ekstrakurikuler.
Kompetensi pembimbing ekstrakurikuler dapat diuraikan sebagai berikut:
| A. | Ekstrakurikuler Wajib: | Ekstrakurikuler Wajib: | Ekstrakurikuler Wajib: |
|---|---|---|---|
| 1. | Pendidikan Kepramukaan | 2 orang yang telah mengikuti pelatihan Mahir Dasar dan bersertifikat Mahir Dasar | |
| 2. | Tahfidz | 6 pendidik dari pondok pesantren | |
| B | Ekstrakurikuler Pilihan: | Ekstrakurikuler Pilihan: | Ekstrakurikuler Pilihan: |
| 1. | Olimpiade Matematika | 1 pendidik berijazah S1 | |
| 2. | Olimpiade IPA | 1 pendidik berijazah S1 | |
| 3. | Hadroh | 1 orang pendidik dari madrasah | |
| 4. | Drumband | 2 orangt enaga ahli yang bekerja sama dengan pelatih drumband | |
| 5. | Karawitan | 1 pelatih tenaga ahli bekerja sama dengan masyarakat sekitar madrasah | |
| 6. | Membatik | 1 pendidik dari madrasah yang berkompeten | |
| 7. | Seni Tari | 1 orang pelatih tari dari luar madrasah | |
| 8. | Qiroah | 1 orang pelatih dari madrasah | |
| 9 | Kempo | 1 orang pelatih dari organesasi kempo |
Karakteristik Murid
Setiap anak adalah unik. Mereka memiliki kemampuan dan pengalaman belajar yang tidak sama. Sebagian murid memiliki potensi di area akademik, namun tidak sedikit juga murid yang masih perlu dikembangkan kemampuan sosial dan emosional mereka. Murid memiliki potensi dan minat yang berbeda. Sebagian murid memiliki minat di bidang seni, olahraga, literasi, matematika dan sains. Madrasah memfasilitasi kebutuhan mereka denganmenyiapkan program pengembangan potensi dan minat mereka.
Hal ini diharapkan akan meningkatkan keterampilan bersosialisasi, toleransi, rasa syukur, keterampilan emosi, komunikasi, dan memecahkan masalah yang mereka temui dalam perjalanan belajar mereka sehari-hari. Madrasah memiliki kewajiban untuk mengembangkan murid secara seimbang. Dengan demikian, program yang dirancang memerhatikan empat ranah (sosial, emosional, intelektual, fisik) dengan ranah spiritual sebagai payung besar.
Jumlah Murid Tahun Ajaran 2026/2027 sebanyak 185 orang, terdiri dari 92 orang laki-laki dan 93 orang perempuan. Jumlah tersebut tersebar dalam 7 kelas rombongan belajar. Jumlah Murid yang banyak sehingga memerlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, diantaranya orang tua/wali murid, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Daerah dalam rangka menunjang keberhasilan madrasah.
Kemitraan/Kerjasama Madrasah dengan pihak lain
Madrasah menjalin kemitraan/kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka mensukseskan pencapaian program yang tertuang dalam kurikulum. Adapun kemitraan/kerjasama yang terjalin sebagai berikut.
| No | Nama Lembaga / Organisasi | Bidang Kerja Sama |
|---|---|---|
| 1. | Puskesmas Wates 2 Kulon Progo | Kesehatan |
| 2. | Binangun Arthajaya | Pengolahan Sampah |
| 3. | Takmir Masjid Al Falah | Kegiatan Beribadah |
| 4. | PMI | Bulan dana PMI |
| 5. | SBPD kulon Progo | Pelatihan rawan bencana |
| 6. | Dojo Kempo | Ekstrakurikuler kempo |
| 7. | Dukcapil | Kartu Indonesia Anak |
| 8 | SPPG | Makan bergizi Gratis |
Guna mengembangkan potensi madrasah, MIN 2 Kulon Progo menggandeng mitra dari berbagai pihak, diantaranya:
Bidang kesehatan
Puskesmas Wates
Kemitraan dengan Puskesmas Wates melalui kegiatan BIAS (Bulan Imunisasi
Anak Sekolah), skrining kesehatan, pemeriksaan tumbuh kembang anak, pemberian vaksin, penyuluhan, pemberian obat cacing untuk Murid, dan kampanye kesehatan. Kegiatan ini bermanfaat dalam pemeliharaan kesehatan pendidik, tenaga kependidikan, dan Murid. Dengan demikian, pendidik, tenaga kependidikan, dan Murid dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
Binangun Arthajaya
Kemitraan dengan Binangun Arthajaya yang berlokasi di Kalurahan Ngestiharjo dalam hal Pengelolaan Sampah untuk meningkatkan kebersihan madrasah. Sampah madrasah diambil dan dikelola sehingga tercipta madrasah yang bersih dan sehat.
Takmir Masjid Al Falah Ngestiharjo
Kemitraan dengan takmir masjid dilaksanakan karena lokasi madrasah berada di samping masjid. Setiap kegiatan keagamaan dilaksanakan di masjid Al Falah baik kegiatan sholat dhuha, jamaah dzuhur maupun kegiatan mujahadah wali murid yang dilaksanakan 2 bulanan.
Palang Merah Indonesia (PMI)
Kemitraan dengan PMI dalam kegiatan bulan dana PMI yang diselenggarakan setiap tahun. Kegiatan Palang Merah Indonesia dilaksanakan di madrasah untuk menumbuhkembangkan rasa empati dan peduli pendidik, tenaga kependidikan, dan Murid
BPBD Kulon Progo
Kemitraan Dengan BPBD yaitu dengan adanya pelatihan tanggap bencana Untuk semua warga madrasah yang diadakan setiap satu tahun sekali
Dojo Kempo
Kemitraan Dengan Dojo Kempo yaitu tantang pelaksanaan ektrakurikuler kempo bagi murid yang berminat di MIN 2 Kulon Progo. Pelaksanaan Seminggu 2 Kali
Dukcapil
Kemitraan dengan dukcapil tentang pembuatan kartu anak Identitas anak bagi murid yang belum mempunyai KIA
H. SPPG
Kemitaraan dengan SPPG tentang Program pemerintah yaitu makan bergizi gratis
Landasan Hukum Kurikulum Madrasah
Landasan Yuridis
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
Undang- Undang 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (Pasal 54);
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 tahun 2022 tentang perubahan atas PP Nomor 57 Tahun 2021 Standar Nasional Pendidikan;
Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter
Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2022 Tentang Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak;
Permendikbud Ristek RI No 46 Tahun 2023 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Satuan Pendidikan;
Permendikbudristek Nomor 8 Tahun 2024 Tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah;
Permendikdasmen no 12 Tahun 2025 Tentang standar isi pada Pendidikan anak usia dini Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah:
Permendikdasmen No 13 Tahun 2025 Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset,dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah;
Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter;
Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan Pada Kementerian Agama;
Keputusan Menteri Agama Nomor 83 Tahun 2023 Tentang Pedoman Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama;
Keputusan Menteri Agama Nomor 1053 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Madrasah;
Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6989 Tahun 2019 Tentang Juknis Pengelolaan Pembelajaran Riset di Madrasah;
Keputusan Dirjen Pendis Nomor 758 Tahun 2022 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di Madrasah bagi Madrasah Inklusif;
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4261 Tahun 2025 Tentang Pedoman Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2026/2027;
Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Budaya;
Peraturan Gubernur DIY Nomor 64 Tahun 2013 tentang Mata Pelajaran Bahasa Jawa sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah;
Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4860 Tahun 2026 Tentang Pedoman Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027.
Surat Edaran Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag DIY No B1888/Kw.12.2/I/PP.00.I/07/2016 Tentang Program Tahfidz;
Keputusan BSKAP No.46 /H/KR/2025 Tentang CP
Landasan Filosofis
Kurikulum nasional berlandaskan pada cita-cita kemerdekaan dan falsafah Pamcasila yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan kehidupan manusia dan masyarakat berdasar pada Pancasila dan UUD 1945. Secara operasional pandangan filosofi pendidikan dalam rangka pengembangan kurikulum didasarkan pada kerangka pemikiran Ki Hajar Dewantara terutama terkait membangun manusia merdeka, yaitu manusia yang secara lahir dan batin tidak bergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Pembelajaran dimaksudkan agar murid kelak sebagai manusia dan anhggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Landasan Sosiologis
Pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan yang lahir dari budaya dan dilaksanakan dalam rangka proses pembudayaan, melalui interaksi insani menuju manusia yang berbudaya. Dalam proses tersebut perlu landasan sosiologis pengembangan kurikulum. Landasan pengembangan kurikulum adalah pondasi pengembangan rancangan pembelajaran yang melihat dari sisi sosial masyarakat. Dalam pembelajaran nantinya Murid akan dibina dan dikembangkan sesuai dengan nilai budayanya, serta dipupuk kemampuan dirinya menjadi manusia berbudaya. Landasan sosiologis penting adanya dalam pengembangan kurikulum.
Dalam pengembangan kurikulum pada prinsipnya pendidikan harusmencerminkan keinginan, cita-cita tertentu dan kebutuhan masyarakat. Karena itu sudah sewajarnya kalau pendidikan memerhatikan aspirasi masyarakat, dan pendidikan mesti memberi jawaban atas tekanan-tekanan yang datang dari kekuatan sosio politik ekonomi yang dominan. Sementara dengan adanya landasan sosiologis pengembangan kurikulum yang merujuk pada asas kemasyarakatan dan juga kebutuhan masyarakat membuat pendidikan lebih bermakna. Harapannya dengan adanya landasan sosiologis pendidikan akan mampu menjawab tantangan masyarakat, membekali Murid untuk setia pada norma/etika di masyarakat dan sekaligus mampu menyiapkan kader-kader generasi masa depan yang berbudaya Islam.
Generasi masa depan yang berbudaya Islam adalah generasi yang dalam dirinya mencerminkan karakter positif dan berintegritas sesuai dengan norma ajaran islam. Dalam tingkah lakunya akan terpancar moral, norma, etika, dan estetika. Mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti. Serta dalam kehidupan bermasyarakat menjadi masyarakat yang santun, inspirator kebaikan dan telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya. Seiring berkembangnya manusia secara dinamis dan masif. Ditambah lagi dengan begitu canggihnya IT (Ilmu teknologi), pemangku pendidikan memiliki pekerjaan rumah begitu berat. Guna mempersiapkan generasi berbudaya islam, pemangku pendidikan perlu menyiapkan gebrakan-gebrakan baru, agar pendidikan tetap pada tracknya. Pendidikan harus mulai menyadarkan keberagaman kepada Murid sedini mungkin.
Penyadaranya bisa include dalam kurikulum pembelajaran. Yakni melalui mereformasi tujuan pendidikan Islam, pendidikan multikuturalisme, metode pembelajaran rekonstruksi sosial dan pemaksimalan otonomi daerah dengan mengangkat tema muatan lokal yang dipadukan dengan pendidikan agama Islam. Sekaligus untuk menunjang hal itu para pengembang kurikulum harus bekerja secara profesional dan penuh dedikasi.
Landasan Pedagogis
Aspek pedagogi dalam filosofi merdeka belajar adalah sistem pendidikan yang bertujuan untuk membangun kompetensi utama. Landasan ini dikuatkan untuk mendukung filosofi Ki Hadjar Dewantara yakni bahwa pendidikan itu harus berorientasi kepada murid. Oleh karena itu, tujuan terpenting dan utama dari program dan kegiatan apapun yang dilakukan adalah harus bermuara kepada murid.
Situasi pendidikan saat ini antara lain:
masih menerapkan pendekatan standardisasi
murid sebagai penerima pengetahuan;
pembelajaran berdasarkan sistem;
fokus kepada kegiatan tatap muka;
mengajar sebagai kegiatan individualis; dan
pengajaran berdasarkan pembagian umur.
Berdasarkan situasi pendidikan tersebut, arahan di masa depan dengan adanya merdeka belajar antara lain: kurikulum cinta
menerapkan pendekatan yang heterogen;
murid ikut menentukan kegiatan belajar;
pembelajaran berorientasi pada murid;
pembelajaran memanfaatkan teknologi;
penggunaan kegiatan kelompok dalam pengajaran; dan pengajaran berdasarkan level kemampuan murid.
BAB II
VISI, MISI, DAN TUJUAN MIN 2 KULON PROGO
VISI MIN 2 KULON PROGO
MIN 2 Kulon Progo sebagai salah satu lembaga pendidikan dasar berbasis Islam senantiasa berbenah untuk merespon tantangan dan perkembangan zaman. MIN 2 Kulon Progo memiliki pandangan masa depan yang realistis, bisa dipercaya, atraktif, yang tentunya memiliki cita-cita atau impian sebagai madrasah yang lebih baik dan unggul. Untuk itu ditetapkan visi yang mencerminkan cita-cita MIN 2 Kulon Progo dalam memenuhi harapan masyarakat sebagai pencetak generasi Islami, unggul, dan berakhlak mulia.
Dalam merumuskan visinya, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kulon Progo sebagai lembaga pendidikan dasar yang berciri khas Islam perlu mempertimbangkan harapan Murid, orang tua Murid, lembaga pengguna lulusan madrasah dan masyarakat. Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kulon Progo juga diharapkan merespon perkembangan dan tantangan masa depan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi; era informasi dan global yang sangat cepat. Untuk itu Madasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kulon Progo ingin mewujudkan harapan tersebut melalui visinya yang mulia, yaitu : ’’TERWUJUDNYA MADRASAH HARMONIS : HEBAT BERMARTABAT, AKTIF BELAJAR, RELIGIUS, MANDIRI, OPTIMIS PRESTASI, NYAMAN LINGKUNGAN, INTELEKTUAL, DAN SINERGI”
INDIKATOR VISI MIN 2 KULON PROGO
Adapun indikator visi tersebut adalah sebagai berikut,
Hebat Bermartabat
Mewujudkan warga madrasah yang unggul, berkarakter, dan punya daya saing.
Aktif dan Kreatif dalam Belajar
Mendorong murid untuk semangat belajar, bertanya, dan berinovasi di bidang akademik maupun non-akademik.
Religius
Menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan melalui pembiasaan religius
Membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia
Mandiri dan Berkarakter
Membentuk murid yang disiplin, tanggung jawab, jujur, dan bisa mengurus diri sendiri.
Optimis dan Berprestasi
Murid didik kelas 1-5 naik kelas 100% secara normatif.
Murid kelas 6 lulus 100% dengan Perolehan nilai rata –rata ujian akhir madrasah di atas 70,00
Juara lomba akademik dan non akademik pada tingkat kabupaten maupun propinsi dalam berbagai lomba yang diselenggarakan Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga maupun yang diselenggarakan pihak swasta.
Memiliki semangat pantang menyerah untuk meraih prestasi terbaik dengan cara yang halal.
Nyaman dan Bersih Lingkungannya
Mewujudkan madrasah yang asri, hijau, bersih, dan sehat sebagai cerminan Adiwiyata.
Pembiasakan membuang sampah pada tempatnya.
Ikut menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Menjaga fasilitas umum dengan baik (meja, kursi, toilet, taman).
Ikut dalam kegiatan penghijauan atau perawatan taman madrasah.
Hemat dalam menggunakan air dan listrik.
Intelektual dan Berilmu
Menguasai IPTEK dan IMTAQ secara seimbang agar siap menghadapi tantangan zaman.
Sinergi dengan Orang Tua dan Masyarakat
Menjalin kerjasama yang baik antara madrasah, wali murid, dan lingkungan untuk kemajuan bersama.
MISI MIN 2 KULON PROGO
Visi madrasah dapat diwujudkan dengan menentukan langkah-langkah strategis. Adapun langkah-langkah strategis dinyatakan dalam misi sebagai berikut.
Mengimplementasikan sikap pentingnya keyakinan beragama dalam kegiatan madrasah.
Mengimplementasikan sikap dan perilaku religius di lingkungan dalam dan luar madrasah.
Mengembangkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi, bekerja sama, saling menghargai, disiplin, jujur, kerja keras, kreatif, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab dan mandiri.
Menyiapkan generasi berprestasi di bidang IMTAQ dan IPTEK
Membangun kultur madrasah yang terpercaya di masyarakat
Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan menyenangkan, dinamis, kreatif, inovatif, dialogis dan produktif.
Membiasakan hidup bersih dan sehat baik dilingkungan madrasah maupun dimasyarakat.
Menerapkan satuan pendidikan Ramah anak bagi semua warga MIN 2 Kulon Progo.
Membiasakan hidup bersihdan sehat baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat
TUJUAN MIN 2 KULON PROGO
Tujuan Madrasah
Madrasah adalah lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah berbasis agama Islam. Madrasah memiliki tujuan umum yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional serta tujuan khusus yang sesuai dengan karakteristik madrasah sebagai lembaga pendidikan berbasis agama Islam. Tujuan madrasah adalah menghasilkan manusia dan masyarakat bangsa Indonesia yang memiliki sikap agamis, berkemampuan ilmiah amaliah, terampil dan profesional, sehingga akan senantiasa sesuai dengan tatanan kehidupan.
Tujuan Pendidikan MIN 2 Kulon Progo
Program prioritas atau keunggulan di MIN 2 Kulon Progo tahun pelajaran 2026/2027 adalah :
Program Madrasah Adiwiyata
Tujuan program adalah menciptakan kondisi yang baik bagi madrasah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga madrasah, sehingga dikemudian hari warga madrasah dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan
Dalam mewujudkan madrasah adi wiyata ini MIN 2 Kulon Progo telah melakukan beberapa kegiatan diantaranta adalah :
Pemanfaatan Sampah
Pengolahan sampah dengan memanfaatkan sampah plasti dan botol bekas minuman yang digunakan untuk pendidikan ketrampilan murid sekaligus untuk mendidik tentang perlunya pengurangan sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan. Pemanfaatan sampah plastic dimanfaatkan untuk pembelajaran baik dalam Seni Budayadan Prakarya maupun Kokurikuler .
Pembuatan Kebun Madrasah
Kebun madrasah dengan menanam berbagai jenis sayuran , kegiatan ini dilaksanakan dari kelas 1 sampai 6 dengan menanam berbagai jenis tanaman yang berbeda dengan tujuan agar murid dapat mengenal berbagai macam tumbuhan dan mengetahu cara merawatnya.
Taman Madrasah
Taman dibuat didepan kelas dengan memanfaatkan pot dan sarana lannya. Taman-taman tersebut juga sebagai tempat belajar bagi murid untuk mengenal tanaman dan mencintai tanaman.
Program Madrasah Tahfidz
Tujuan program adalah mewujudkan generasi yang cinta Al Qur’an, penghafal Al Qur’an dan mampu menjaga Al Qur’an serta melaksanakan proses pendidikan, pengawasan, pembimbingan yang menjadikan Al Qur’an sebagai ruh sinergitas dengan keilmuan yang lainnya. Dalam program ini diatur untuk hafalan tiap fase yang nantinya akan dibagi dalam hafalan di masing – masing kelas.
Pada akhir fase Murid mampu untuk membaca dan melafalkan surat-surat pendek pilihan yang terdapat dalam Al-Qur’an juz 30.
Pada akhir fase A Murid mampu membaca dan menghafalkan Al-Qur’an Surat an-nas, al-falaq, al-ikhlas, al-lahab, an-nashr, al-kafirun, al-kautsar, al- ma’un, al-qura’isy, al-fil, al-humazah, al-‘ashr, at-takasur, al-qari’ah, al- ‘adiyat, az-zalzalah, al-bayyinah, al-qadr, al-‘alaq, at-tin, al-insyiroh, adh- dhuha.
Pada akhir fase B Murid mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an Surat Asy Syam, Al Balad, Al Fajr, Al Gasyiyah, Al A’la, At-Thariq, Al Buruj, dan Al Insyiqoq.
Pada akhir fase C Murid mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an Surat Al Muthofifin, Al Infithor, Attakwir, ‘Abasa, Annazi’at, Annaba’.
Program Madrasah Literasi
Tujuan program adalah meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan madrasah agar literat, mampu menggunakan teknologi informasi untuk dapat mengembangkan pengetahuan serta menjadikan madrasah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga madrasah mampu pengelola pengetahaun
MIN 2 Kulon Progo menerapkan budaya literasi, yaitu dengan membaca buku selama 15 menit sebelum pelajaran . dengan cara dipandu guru. Pada tahun ini MIN 2 Kulon Progo menerapkan literasi pada tahap pembiasaan dan pengembangan
Pembiasaaan agar anak anak tumbuh minat membaca. Tahap pengembangan agar anak anak mendapat apresiasi / penghargaaan pada tahap penegembangan.
Jadwal Wajib Kunjungan Perpustakaan
| No | Hari | Wajib Kunjung |
|---|---|---|
| 1 | Senin | Kelas I |
| 2 | Selasa | Kelas II , VI |
| 3 | Rabu | Kelas III |
| 4 | Kamis | Kelas IV |
| 5 | Jumat | Kelas V |
Branding madrasah yang akan dikuatkan adalah Madrasah Literasi. Adapun visi yang ingin dicapai dari branding ini adalah :
| No | Branding | Tujuan | Target | Strategi | Tindak lanjut program |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Madrasah Literasi | Meningkatkankapasitas warga dan lingkungan madrasah agar literat, mampu menggunakan teknologi informasi untuk dapat mengembangkan pengetahuan | Karya sastra murid setiap tahun Karya tulis guru setiap tahun | 1 JP kegiatan intrakurikuler literasi dasar dan digital Literasi ekstrakurikuler Kegiatan guru Pada KKG | Memotivasi murid berkarya dan mengarahkan melanjutkan ke madrasah dengan program Literasi dan Riset Memotivasi Guru untuk Berkarya |
Program Madrasah Ramah Anak
Tujuan program adalah mewujudkan madrasah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggungjawab, non diskriminasi, hak hidup serta penghargaan bagi anak.
Tahapan persiapan dan perencanaan dalam mengembangkan madrasah ramah anak dilaksanakan sebagai berikut :
sosialisasi tentang pemenuhan hak dan perlindungan anak;
memberikan ruang Murid untuk berpendapat;
melakukan pemetaan awal kondisi anak;
menyusun kebijakan madrasah ramah anak;
membentuk tim pengembang madrasah ramah anak.
Untuk mencapai kegiatan di atas maka program yang akan dilaksanakan Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kulon progo adalah :
Pendalaman materi mata pelajaran AKMI dan ANBK.
Pembiasaan hafalan ayat dan doa. Hafalan Juz Amma, hafalan doa sebelum pelajaran dimulai setiap hari.
Pembiasaan hafalan bacaan sholat sebelum pelajaran dimulai setiap hari.
Pembentukan dan pembimbingan kelompok belajar
Bimbingan salat secara kontinu melalui pemantauan kegiatan keagamaan.
Pembiasaan dan pemantauan pelaksanaan akhlak karimah di madrasah dan di luar madrasah.
Pembiasaan perilaku dan budaya islami bagi seluruh warga madrasah.
Penegakan disiplin bagi seluruh warga madrasah.
Peningkatan pengelolaan madrasah dengan manajemen MBM (Manajemen Berbasis Madrasah).
Pelaksanaan pembelajaran ramah lingkungan, baik di dalam kegiatan intra maupun kegiatan ekstra kurikuler.
Pembekalan ketrampilan kepada Murid untuk dapat hidup mandiri dengan berbagai ketrampilan.
Penggalangan dan penyaluran dana infaq dan sedekah warga madrasah
BAB III
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN MIN 2 KULON PROGO
PENGATURAN BEBAN BELAJAR MIN 2 KULON PROGO
Pengaturan Beban Belajar
Perhitungan waktu atau beban belajar di MIN 2 Kulon Progo disampaikan dalam satu tahun ajaran dengan memperhitungkan minggu efektif. Melalui pencermatan kalender pendidikan dapat dilihat bahwa beban belajar dalam satu semester paling sedikit 17 minggu dan paling banyak 23 minggu. Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 35 minggu dan paling banyak 46 minggu. Penentuan minggu efektif untuk kegiatan pembelajaran maka dapat disampaikan sebagai berikut.
Kelas I – V sebanyak 36 Minggu Efektif (ME)
Kelas VI sebanyak 32 Minggu Efektif (ME)
Alokasi waktu pembelajaran ditentukan dengan Jam Pelajaran (JP), di mana 1 JP = 35 menit. Adapun untuk alokasi waktu beban belajar mingguan tersaji dalam tabel berikut.
| Kelas Mata Pelajaran | Kelas I | Kelas I | Kelas II | Kelas II | Kelas III-IV | Kelas III-IV | Kelas V | Kelas V | Kelas VI | Kelas VI |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kelas Mata Pelajaran | Intr | Kok | Intr | kok | Intr | Kok | Intr | Kok | Intr | Kok |
| Al-Qur’an Hadis | 2 | 1 | 2 | 1 | 2 | - | 2 | - | 2 | - |
| Akidah Akhlak | 2 | - | 2 | - | 2 | - | 2 | 1 | 2 | - |
| Fikih | 2 | - | 2 | - | 2 | 1 | 2 | - | 2 | - |
| Sejarah Kebudayaan Islam | 2 | - | 2 | - | 2 | - | ||||
| Bahasa Arab | 2 | - | 2 | - | 2 | - | 2 | - | 2 | - |
| Pendidikan Pancasila | 4 | 1 | 4 | 1 | 4 | - | 4 | - | 4 | - |
| Bahasa Indonesia | 7 | 1 | 8 | 1 | 6 | 1 | 6 | 1 | 6 | 1 |
| Matematika | 4 | - | 5 | - | 5 | - | 5 | - | 5 | - |
| Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial | 5 | 1 | 5 | - | 5 | 1 | ||||
| Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan | 3 | - | 3 | - | 3 | - | 3 | - | 3 | 1 |
| Seni dan Budaya Seni Musik Seni Rupa Seni Teater Seni tari | 3 | - | 3 | - | 3 | - | 3 | 1 | 3 | - |
| Bahasa Inggris | 2 | - | 2 | - | 2 | - | ||||
| Koding dan Kecerdasan Artifisial | - | 2 | - | 2 | - | |||||
| Total JP Muatan Pelajaran Wajib | 29 | 3 | 31 | 3 | 38 | 3 | 40 | 3 | 40 | 3 |
| Muatan Lokal*) | ||||||||||
| Bahasa Jawa | 2 | - | 2 | - | 2 | - | 2 | - | 2 | - |
| Tahfidz | 2 | - | 2 | - | 2 | - | 2 | - | 2 | - |
| Total JP Mata Pelajaran Wajib + Muatan Lokal | 33 | 3 | 35 | 3 | 42 | 3 | 44 | 3 | 44 | 3 |
*) Muatan lokal disesuaikan dengan madrasah masing-masing
Pengaturan Jadwal Pelajaran
Pengaturan jadwal pelajaran di MIN 2 Kulon Progo pada tahun ajaran 2026/2027 disesuaikan dengan alokasi beban belajar dalam kurikulum merdeka dan pengalokasian beban belajar. Misal, Kelas I dengan beban belajar per minggu 33 JP ditambah Kokurikuler 3 JP, alokasi waktu 36 JP setiap minggu yang terdistribusi dalam hari belajar efektif. Adapun pengaturan jadwal pelajaran tersaji sebagaimana contoh jadwal berikut.
Jadwal Kelas 1sampai kelas 6
JADWAL PELAJARAN MIN 2 KULON PROOGO TAHUN AJARAN 2026/2027
| KLS | WAKTU | JAM | KODE | SENIN | KODE | SELASA | KODE | RABU | KODE | KAMIS | KODE | JUM’AT |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 07.00 - 07.20 | Upacara | PEMBIASAAN | PEMBIASAAN | PEMBIASAA N | SENAM | |||||||
| I | 07.20 - 07.55 | 1 | L | Fiqih | J | PJOK | F | MTK | F | MTK | F | B Indonesia |
| I | 07.55 - 08.30 | 2 | L | Fiqih | J | PJOK | F | MTK | F | MTK | F | Kokurikuler |
| I | 08.30 - 09.05 | 3 | M | Ak. Akhlak | J | PJOK | F | P Pancasila | F | B Indonesia | F | Kokurikuler |
| I | 09.05 - 09.40 | 4 | M | Ak. Akhlak | F | B Indonesia | F | P Pancasila | F | B Indonesia | F | Kokurikuler |
| I | 09.40 - 10.00 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ||||||
| I | 10.00 - 10.35 | 5 | F | B Indonesia | F | B Indonesia | F | B Jawa | H | Qur. Hadis | TPA / Tahsin | |
| I | 10.35 - 11.10 | 6 | F | B Indonesia | M | Bhs Arab | F | B Jawa | H | Qur. Hadis | TPA / Tahsin | |
| I | 11.10 - 11.45 | 7 | F | P Pancasila | M | Bhs Arab | F | SBDP | F | SBDP | ||
| 11.45 - 12.05 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | |||||||||
| 12.05 - 12.40 | 8 | F | P Pancasila | F | SBDP | TPA / Tahsin | ||||||
| 12.40 - 13.15 | 9 | TPA / Tahsin | ||||||||||
| 13.15 - 13.50 | 10 | |||||||||||
| KLS | WAKTU | JAM | KODE | SENIN | KODE | SELASA | KODE | RABU | KODE | KAMIS | KODE | JUM’AT |
| 07.00 - 07.20 | Upacara | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | SENAM | |||||||
| II A | 07.20 - 07.55 | 1 | J | PJOK | O | B Indonesia | O | MTK | O | P Pancasila | O | Kokurikuler |
| II A | 07.55 - 08.30 | 2 | J | PJOK | O | B Indonesia | O | MTK | O | P Pancasila | O | Kokurikuler |
| II A | 08.30 - 09.05 | 3 | J | PJOK | M | Ak. Akhlak | H | Qur. Hadis | M | Bhs Arab | L | Fiqih |
| II A | 09.05 - 09.40 | 4 | O | MTK | M | Ak. Akhlak | H | Qur. Hadis | M | Bhs Arab | L | Fiqih |
| II A | 09.40 - 10.00 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ||||||
| II A | 10.00 - 10.35 | 5 | O | MTK | O | P Pancasila | O | SBDP | O | B Indonesia | TPA / Tahsin | |
| II A | 10.35 - 11.10 | 6 | O | MTK | O | P Pancasila | O | SBDP | O | B Indonesia | TPA / Tahsin | |
| II A | 11.10 - 11.45 | 7 | O | B Indonesia | O | B Jawa | O | SBDP | O | B Indonesia | ||
| 11.45 - 12.05 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ||||||||
| 12.05 - 12.40 | 8 | O | B Indonesia | O | B Jawa | O | Kokurikuler | TPA / Tahsin | ||||
| 12.40 - 13.15 | 9 | O | B Indonesia | TPA / Tahsin | ||||||||
| 13.15 - 13.50 | 10 | |||||||||||
| KLS | WAKTU | JAM | KODE | SENIN | KODE | SELASA | KODE | RABU | IKODE | KAMIS | KODE | JUM’AT |
| III A | 07.00 - 07.20 | Upacara | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | SENAM | ||||||
| III A | 07.20 - 07.55 | 1 | D | B Indonesia | D | MTK | J | PJOK | D | MTK | M | Bhs Arab |
| III A | 07.55 - 08.30 | 2 | D | B Indonesia | D | MTK | J | PJOK | D | MTK | M | Bhs Arab |
| III A | 08.30 - 09.05 | 3 | D | IPAS | H | Qur. Hadis | J | PJOK | D | MTK | D | Kokurikuler |
| III A | 09.05 - 09.40 | 4 | D | IPAS | H | Qur. Hadis | D | B Indonesia | D | IPAS | D | Kokurikuler |
| III A | 09.40 - 10.00 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ||||||
| III A | 10.00 - 10.35 | 5 | D | P Pancasila | D | B Indonesia | D | B Indonesia | L | Fiqih | D | Kokurikuler |
| III A | 10.35 - 11.10 | 6 | D | P Pancasila | D | B Indonesia | D | SBDP | L | Fiqih | TPA / Tahsin | |
| III A | 11.10 - 11.45 | 7 | M | Ak. Akhlak | D | IPAS | K | B Inggris | H | SKI | TPA / Tahsin | |
| III A | 11.45 - 12.05 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | |||||||
| 12.05 - 12.40 | 8 | M | Ak. Akhlak | D | IPAS | K | B Inggris | H | SKI | |||
| 12.40 - 13.15 | 9 | D | B Jawa | D | SBDP | D | P Pancasila | TPA / Tahsin | ||||
| 13.15 - 13.50 | 10 | D | B Jawa | D | SBDP | D | P Pancasila | TPA / Tahsin | ||||
| KLS | WAKTU | JAM | KODE | SENIN | KODE | SELASA | KODE | RABU | KODE | KAMIS | KODE | JUM’AT |
| 07.00 - 07.20 | Upacara | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | SENAM | |||||||
| III B | 07.20 - 07.55 | 1 | I | MTK | M | Bhs Arab | K | B Inggris | I | P Pancasila | J | PJOK |
| III B | 07.55 - 08.30 | 2 | I | MTK | M | Bhs Arab | K | B Inggris | I | P Pancasila | J | PJOK |
| III B | 08.30 - 09.05 | 3 | L | Fiqih | I | B Indonesia | I | MTK | H | SKI | J | PJOK |
| III B | 09.05 - 09.40 | 4 | L | Fiqih | I | B Indonesia | I | MTK | H | SKI | I | SBDP |
| III B | 09.40 - 10.00 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ||||||
| III B | 10.00 - 10.35 | 5 | I | P Pancasila | I | IPAS | I | MTK | I | B Indonesia | I | SBDP |
| III B | 10.35 - 11.10 | 6 | I | P Pancasila | I | IPAS | M | Ak. Akhlak | I | B Indonesia | TPA / Tahsin | |
| III B | 11.10 - 11.45 | 7 | I | IPAS | I | IPAS | M | Ak. Akhlak | I | B Jawa | TPA / Tahsin | |
| III B | 11.45 - 12.05 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | |||||||
| III B | 12.05 - 12.40 | 8 | I | IPAS | I | Kokurikuler | I | B Indonesia | I | B Jawa | ||
| III B | 12.40 - 13.15 | 9 | H | Qur. Hadis | I | Kokurikuler | I | B Indonesia | TPA / Tahsin | |||
| III B | 13.15 - 13.50 | 10 | H | Qur. Hadis | I | Kokurikuler | I | SBDP | TPA / Tahsin | |||
| KLS | WAKTU | JAM | KODE | SENIN | KODE | SELASA | KODE | RABU | KODE | KAMIS | KODE | JUM’AT |
| IV | 07.00 - 07.20 | Upacara | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | SENAM | ||||||
| IV | 07.20 - 07.55 | 1 | B | B Indonesia | B | MTK | B | MTK | B | B Indonesia | B | Ko Kurikuler |
| IV | 07.55 - 08.30 | 2 | B | B Indonesia | B | MTK | B | MTK | B | B Indonesia | B | Ko Kurikuler |
| IV | 08.30 - 09.05 | 3 | B | P Pancasila | B | P Pancasila | B | MTK | L | Fiqih | B | Ko Kurikuler |
| IV | 09.05 - 09.40 | 4 | B | P Pancasila | B | P Pancasila | B | IPAS | L | Fiqih | B | SBDP |
| IV | 09.40 - 10.00 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ||||||
| IV | 10.00 - 10.35 | 5 | H | Qur. Hadis | B | B Indonesia | J | PJOK | B | IPAS | B | SBDP |
| IV | 10.35 - 11.10 | 6 | H | Qur. Hadis | B | B Indonesia | J | PJOK | B | IPAS | Tahfidz | |
| IV | 11.10 - 11.45 | 7 | B | IPAS | H | SKI | J | PJOK | M | Bhs Arab | Tahfidz | |
| IV | 11.45 - 12.05 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | |||||||
| IV | 12.05 - 12.40 | 8 | B | IPAS | H | SKI | B | SBDP | M | Bhs Arab | ||
| IV | 12.40 - 13.15 | 9 | M | Ak. Akhlak | B | B Jawa | K | B Inggris | Tahfidz | |||
| IV | 13.15 - 13.50 | 10 | M | Ak. Akhlak | B | B Jawa | K | B Inggris | Tahfidz | |||
| KLS | WAKTU | JAM | KODE | SENIN | KODE | SELASA | KODE | RABU | KODE | KAMIS | KODE | JUM’AT |
| V | 07.00 - 07.20 | Upacara | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | SENAM | ||||||
| V | 07.20 - 07.55 | 1 | H | Qur. Hadis | C | MTK | C | MTK | L | Fiqih | H | SKI |
| V | 07.55 - 08.30 | 2 | H | Qur. Hadis | C | MTK | C | MTK | L | Fiqih | H | SKI |
| 08.30 - 09.05 | 3 | C | B Indonesia | C | MTK | K | B Inggris | C | B Indonesia | C | Kokurikuler | |
| 09.05 - 09.40 | 4 | C | B Indonesia | C | IPAS | K | B Inggris | C | B Indonesia | C | Kokurikuler | |
| 09.40 - 10.00 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | |||||||
| 10.00 - 10.35 | 5 | C | IPAS | J | PJOK | C | Koding | C | P Pancasila | C | Kokurikuler | |
| 10.35 - 11.10 | 6 | C | IPAS | J | PJOK | C | Koding | C | P Pancasila | C | SBDP | |
| 11.10 - 11.45 | 7 | C | P Pancasila | J | PJOK | H | Ak. Akhlak | C | IPAS | |||
| 11.45 - 12.05 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | |||||||
| 12.05 - 12.40 | 8 | C | P Pancasila | C | IPAS | H | Ak. Akhlak | C | SBDP | |||
| 12.40 - 13.15 | 9 | C | B Jawa | C | B Indonesia | M | Bhs Arab | C | SBDP | Tahfidz | ||
| 13.15 - 13.50 | 10 | C | B Jawa | C | B Indonesia | M | Bhs Arab | Tahfidz | Tahfidz | |||
| 13.50 -14.25 | Tahfidz | |||||||||||
| KLS | WAKTU | JAM | KODE | SENIN | KODE | SELASA | KODE | RABU | KODE | KAMIS | KODE | JUM’AT |
| VI | 07.00 - 07.20 | Upacara | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | PEMBIASAA N | SENAM | ||||||
| VI | 07.20 - 07.55 | 1 | G | MTK | G | MTK | G | MTK | J | PJOK | G | Koding |
| VI | 07.55 - 08.30 | 2 | G | MTK | G | IPAS | G | MTK | J | PJOK | G | Koding |
| VI | 08.30 - 09.05 | 3 | G | IPAS | G | P Pancasila | G | P Pancasila | J | PJOK | G | SBDP |
| VI | 09.05 - 09.40 | 4 | G | IPAS | G | P Pancasila | G | P Pancasila | G | IPAS | G | SBDP |
| VI | 09.40 - 10.00 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ||||||
| VI | 10.00 - 10.35 | 5 | L | Fiqih | H | Qur. Hadis | H | B Inggris | G | IPAS | H | SKI |
| VI | 10.35 - 11.10 | 6 | L | Fiqih | H | Qur. Hadis | H | B Inggris | G | Kokurikuler | H | SKI |
| VI | 11.10 - 11.45 | 7 | G | B Indonesia | G | B Indonesia | G | B Indonesia | G | Kokurikuler | ||
| VI | 11.45 - 12.05 | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | ISTIRAHAT | |||||||
| VI | 12.05 - 12.40 | 8 | G | B Indonesia | G | B Indonesia | G | B Indonesia | G | Kokurikuler | ||
| VI | 12.40 - 13.15 | 9 | G | B Jawa | M | Bhs Arab | H | Ak. Akhlak | G | SBDP | Tahfidz | |
| VI | 13.15 - 13.50 | 10 | G | B Jawa | M | Bhs Arab | H | Ak. Akhlak | Tahfidz | Tahfidz | ||
| VI | 13.50 -14.25 | Tahfidz |
KETERANGAN : A HARTATI , S.Pd.I
SUDARMAN, S.Pd.I
FITRI ASMAWATI, S.Pd.I
SRI HANDANI WIDYNINGRUM, S.Ag
SITI FATINI, S.Pd.I
YULI SUPRIYANTO, S.Psi
SASWITA, S.Pd.I
ASET NAROTAMA, S.Pd.I
TEGUH WIYONO, S.Pd
SUGIHARTO, S.Pd
RINA SARIFAH, M.Pd
UMMI KHOIRUL BARIYYAH, S.Ag O NUR WAKHIDATUL ASMAK,S.Ag
Muatan Kurikulum
Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kulon Progo merupakan sebuah bentuk kurikulum operasional untuk melaksanakan kerangka dasar dan struktur kurikulum yang telah dibuat oleh pusat, baik capaian pembelajaran, prinsip pembelajaran dan asesmen.. Kurikulum operasional di satuan pendidikan madrasah ini merupakan bentuk penyesuaian dari kerangka yang disusun pusat dengan menyelaraskan potensi daerah, kemampuan madrasah dan latar belakang murid.
Kurikulum di satuan pendidikan disusun mulai dengan menganalisis mata pelajaran yang akan dimuat dalam kegiatan intrakurikuler dengan sistem reguler. Kegiatan intrakurikuler ini dikemas sebagai pembelajaran rutin lima hari efektif setiap minggunya. Hasil analisis mata pelajaran akan dilanjutkan dengan mengemas pilihan pembelajaran dalam bentuk parsial dengan mengintegrasikan Delapan Profil Lulusan dan Panca Cinta Madrasah di dalamnya, kemudian dikemas dalam bentuk yang lebih mengerucut dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang bersifat reflektif.
Dalam menentukan pembelajaran parsial. MIN 2 Kulon Progo mempertimbangkan prinsip pembelajaran, penentuan materi esensial dan juga pengolaborasian pembelajaran terpadu dengan mengambil tema-tema yang kontekstual dengan Murid, mudah dipahami dan dieksplorasi, dan up-date dengan perkembangan informasi
Dalam kurikulum merdeka, ada beberapa muatan yang menjadi komponen utama dalam pelaksanaan kurikulum. Terdapat tiga muatan pembelajaran dalam implementasi kurikulum merdeka ini. Tiga hal ini menjadi kewajiban dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. Muatan tersebut yaitu intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Ketiganya terdapat pada kurikulum ini dan menjadi muatan dan beban belajar.
Intrakurikuler, adalah kegiatan pembelajaran yang terlaksana di madrasah sesuai dengan struktur program kurikulum yang berlaku untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kokurikuler, adalah kegiatan yang terlaksana melalui penugasan terstruktur terkait muatan atau mata pelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memahami materi pelajaran pada kegiatan intrakurikuler di kelas. Ekstrakurikuler, adalah kegiatan di luar mata pelajaran formal yang Murid laksanakan sesuai dengan minat.
Untuk memperkuat pemahaman literasi dan numerasi serta pemahaman berpikir inkuiri, tersusun penggabungan mata pelajaran IPA dan IPS menjadi IPAS atau Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, Bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III. Pembelajaran dengan basis proyek dalam kokurikuler terlaksana dua kali dalam satu tahun. Pelaksanaan pembelajarannya fleksibel dalam hal muatan atau waktu pelaksanaannya.
Implementasi struktur kurikulum MI dilaksanakan dengan ketentuan:
Layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan oleh guru sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Muatan lokal merupakan muatan pembelajaran yang sesuai dengan kekhasan madrasah, tipologi madrasah, potensi, dan keunikan lokal.
Muatan lokal dapat dilaksananakan melalui pengintegrasian ke mata pelajaran kokurikuler dan menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri.
Madrasah dapat melakukan penambahan dan/atau relokasi jam pelajaran sesuai dengan hasil analisis capaian pembelajaran dan ketersediaan waktu di madrasah.
Madrasah penyelenggara pendidikan inklusif menambahkan mata pelajaran program kebutuhan khusus sesuai dengan kondisi murid.
Tim Kokurikuler di madrasah melaksanakan 2 – 3 projek dengan tema berbeda di laksanakan di Kokurikuler
INTRAKURIKULER
Model Pembelajaran Intrakurikuler
Kegiatan intrakurikuler berisi pembelajaran yang muatan mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok).
Kegiatan pembelajaran intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang tertuang di dalam Capaian Pembelajaran (CP). Berdasarkan KMA Nomor 1503 Tahun 2025 tentang implemantasikan Kurikulum pada Madrasah. Dengan tuntutan kompetensi abad-21. Kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan pembelajaran berbasis proyek dapat dilaksanakan sebagai satu kesatuan, bahkan memungkinkan diselenggarakan lintas mata pelajaran.
Kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan MIN 2 Kulon Progo meliputi mata pelajaran :
Al-Qur’ah Hadits
Akidah Akhlak
Sejarah Kebuayaan Islam
Fiqih
Bahasa Arab
Pendidikan Pancasila
Bahasa Indonesia
Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan
Seni dan budaya (Seni Rupa)
Bahasa Inggris
Muatan lokal (Bahasa Jawa)
Sistem Pembagian Waktu Intrakurikuler
Pengorganisasian pembelajarn intrakurikuler di MIN 2 Kulon Progo menngunakan sistem reguler. Pola pembelajaran rutin, artinya pelaksanaan pembelajatran terjadi setiap minggu. Alokasi waktu menyesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia per tahun merujuk pada struktur kurikulum.
Pengorganisasian Pembelajaran Intrakurikuler
Intrakurikuler adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang ditempuh Murid. Adapun mata pelajaran yang diselenggarakan oleh di MIN 2 Kulon Progo adalah Pendidikan Agama (Al-Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fikih), Bahasa Arab, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Mapel Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya), Bahasa Inggris, Mapel Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya) serta Mata Pelajaran muatan lokal (Bahasa Jawa)
Muatan lokal merupakan bahan kajian pada madrasah yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksud untuk membentuk pemahaman Murid terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Strategi pelaksanaan pembelajaran Bahasa Jawa sesuai dengan Peraturan Gubernur D.I.Yogyakarta Nomor 64 Tahun 2013 yaitu 2 jam pelajaran per minggu dengan berbasis pada budaya, tata nilai, dan kearifan lokal yang berkembang di lingkungan masyarakat untuk menciptakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran Bahasa Jawa di ajarkan dengan memperhatikan aspek pragmatik, atraktif, rekreatif, dan komunikatif. Pembelajaran Bahasa Jawa diarahkan supaya Murid memiliki kemampuan dan ketrampilan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut dengan baik dan benar, secara lisan maupun tulisan serta menumbuhkembangkan apresiasi terhadap hasil karya sastra dan Budaya Jawa.
Pembelajaran di MIN 2 Kulon Progo menekankan pada pembelajaran berbasis literasi dengan mengangkat nilai luhur budaya lokal dan mengacu pada tema-tema yang sudah ditentukan dalam capaian pembrelajaran. Dalam pembelajaran berbasis literasi ini Murid diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan unbtuk memperoleh sebuah karya dalam bentuk tulisan. Pada akhirnya karya ini akan didokumentasikan dalam berbagai bentuk contohnya buku, artikel, atau publikasi digital.
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi ini tetap harus mengimplementasikan model dan sintaks pembelajaran yang sudah ada di antaranya Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, Inquiry Based Learning, dan model pembelajaran lain yang relevan.
Struktur Kurikulum Madrasah
Struktur kurikulum madrasah disesuaikan dengan kelas. Alokasi waktu setiap kelas berbeda setiap minggunya. Adapun dasar untuk menetapkan struktur kurikulum di MIN 2 Kulon Progo merujuk pada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Raudhtul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan. Adapun pengorganisasian pembelajaran di MIN 2 Kulon Progo dijelaskan sebagai berikut.
Pengorganisasian Pembelajaran untuk Fase A (Kelas I)
Penerapan masing-masing mata pelajaran dalam pembelajaran menggunakan sistem reguler.
Semua mata pelajaran pada fase A diintegrasikan dengan Delapan Profil Lulusan dan Panca Cinta Madrasah.
Penerapan Projek Kokurikuler .
Total alokasi waktu satu minggu yaitu 36 jam pelajaran.
Tabel 1. Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas I (Asumsi 1 Tahun=36 minggu dan 1 JP=35 menit)
| Mata Pelajaran | Alokasi Intrakurikuler Per Tahun | Alokasi P5RA Per Tahun | Total JP Per Tahun |
|---|---|---|---|
| Al-Qur’an Hadis | 72 | 36 | 108 |
| Akidah Akhlak | 72 | - | 72 |
| Fikih | 72 | - | 72 |
| Bahasa Arab | 72 | - | 72 |
| Pendidikan Pancasila | 144 | 36 | 180 |
| Bahasa Indonesia | 252 | 36 | 288 |
| Matematika | 144 | - | 144 |
| Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan | 108 | - | 108 |
| Seni dan Budaya*) Seni Musik Seni Rupa Seni Teater Seni tari | 108 | - | 108 |
| Total JP Muatan Pelajaran Wajib | 1.044 | 108 | 1.152 |
| Muatan Lokal**) Bahasa Jawa Tahfidz | 72 72 | 72 72 | |
| Total JP Mata Pelajaran Wajib + Muatan Lokal | 1.188 | 108 | 1.296 |
Keterangan:
*) Satuan Pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, dan/atau seni tari). Murid memilih 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, atau seni tari)
**) Paling sedikit 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun dan paling banyak 216 (dua ratus enam belas) sebagai mata pelajaran pilihan.
Pengorganisasian Pembelajaran untuk Fase A (Kelas II)
Penerapan masing-masing mata pelajaran dalam pembelajaran menggunakan sistem reguler.
Semua mata pelajaran pada fase A diintegrasikan dengan projek penguatan Profil Lulusan dan Panca Cinta Madarasah.
Penerapan Projek Kokurikuler
Total alokasi waktu satu minggu yaitu 38 jam pelajaran.
Tabel 1. Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas II (Asumsi 1 Tahun=36 minggu dan 1 JP=35 menit)
| Mata Pelajaran | Alokasi Intrakurikuler Per Tahun | Alokasi P5RA Per Tahun | Total JP Per Tahun |
|---|---|---|---|
| Al-Qur’an Hadis | 72 | 36 | 108 |
| Akidah Akhlak | 72 | - | 72 |
| Fikih | 72 | - | 72 |
| Bahasa Arab | 72 | - | 72 |
| Pendidikan Pancasila | 144 | 36 | 180 |
| Bahasa Indonesia | 252 | 36 | 288 |
| Matematika | 144 | - | 144 |
| Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan | 108 | - | 108 |
| Seni dan Budaya*) Seni Musik Seni Rupa Seni Teater Seni tari | 108 | - | 108 |
| Total JP Muatan Pelajaran Wajib | 1.116 | 108 | 1.224 |
| Muatan Lokal**) | |||
| Bahasa Jawa | 72 | 72 | |
| Tahfidz | 72 | 72 | |
| Total JP Mata Pelajaran Wajib + Muatan Lokal | 1.260 | 108 | 1.368 |
Keterangan:
*) Satuan Pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, dan/atau seni tari). Murid memilih 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, atau seni tari)
**) Paling sedikit 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun dan paling banyak 216 (dua ratus enam belas) sebagai mata pelajaran pilihan.
Pengorganisasian Pembelajaran untuk Fase B (Kelas III dan IV) dan Fase C (Kelas V)
Penerapan masing-masing mata pelajaran dalam pembelajaran menggunakan sistem reguler.
Semua mata pelajaran pada fase B (Kelas III – IV) dan fase C (Kelas V) diintegrasikan dengan penguatan Profil Lulusan dan Panca Cinta Madrasah.
Penerapan Projek Kokurikuler.
Total alokasi waktu satu minggu yaitu 45 JP.
Tabel 1. Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas III - IV (Asumsi 1 Tahun=36 minggu dan 1 JP=35 menit)
| Mata Pelajaran | Alokasi Intrakurikuler Per Tahun | Alokasi Kokurikuler Per tahun | Total JP Per Tahun |
|---|---|---|---|
| Al-Qur’an Hadis | 72 | - | 72 |
| Akidah Akhlak | 72 | - | 72 |
| Fikih | 72 | 36 | 108 |
| Sejarah Kebudayaan Islam | 72 | - | 72 |
| Bahasa Arab | 72 | - | 72 |
| Pendidikan Pancasila | 144 | - | 144 |
| Bahasa Indonesia | 216 | 36 | 252 |
| Matematika | 180 | - | 180 |
| Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial | 180 | 36 | 216 |
| Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan | 108 | - | 108 |
| Seni dan Budaya*) Seni Musik Seni Rupa Seni Teater Seni tari | 108 | - | 108 |
|---|---|---|---|
| Bahasa Inggris | 72 | - | 72 |
| Total JP Muatan Pelajaran Wajib | 1.368 | 108 | 1.476 |
| Muatan Lokal**) | |||
| Bahasa Jawa | 72 | - | 72 |
| Tahfidz | 72 | - | 72 |
| Total JP Mata Pelajaran Wajib + Muatan Lokal | 1.512 | 108 | 1.620 |
Tabel 1. Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas IV
(Asumsi 1 Tahun=36 minggu dan 1 JP=35 menit)
| Mata Pelajaran | Alokasi Intrakurikuler Per Tahun | Alokasi Kokurikuler Per tahun | Total JP Per Tahun |
|---|---|---|---|
| Al-Qur’an Hadis | 72 | - | 72 |
| Akidah Akhlak | 72 | - | 72 |
| Fikih | 72 | 36 | 108 |
| Sejarah Kebudayaan Islam | 72 | - | 72 |
| Bahasa Arab | 72 | - | 72 |
| Pendidikan Pancasila | 144 | - | 144 |
| Bahasa Indonesia | 216 | 36 | 252 |
| Matematika | 180 | - | 180 |
| Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial | 180 | 36 | 216 |
| Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan | 108 | - | 108 |
| Seni dan Budaya*) Seni Musik Seni Rupa Seni Teater Seni tari | 108 | - | 108 |
|---|---|---|---|
| Bahasa Inggris | 72 | - | 72 |
| Koding | 72 | - | 72 |
| Total JP Muatan Pelajaran Wajib | 1.440 | 108 | 1.548 |
| Muatan Lokal**) | |||
| Bahasa Jawa | 72 | - | 72 |
| Tahfidz | 72 | - | 72 |
| Total JP Mata Pelajaran Wajib + Muatan Lokal | 1.584 | 108 | 1.692 |
Keterangan:
*) Satuan Pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, dan/atau seni tari). Murid memilih 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, atau seni tari)
**) Paling sedikit 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun dan paling banyak 216 (dua ratus enam belas) sebagai mata pelajaran pilihan.
Pengorganisasian Pembelajaran untuk Fase C (Kelas VI)
Penerapan masing-masing mata pelajaran dalam pembelajaran menggunakan sistem reguler.
Semua mata pelajaran pada fase B (Kelas III – IV) dan fase C (Kelas V) diintegrasikan dengan . dengan penguatan Profil Lulusan dan Panca Cinta Madrasah
Penerapan Projek Kokurikuler.
Total alokasi waktu satu minggu yaitu 47 JP.
Tabel 1. Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas VI (Asumsi 1 Tahun=32 minggu dan 1 JP=35 menit)
| Mata Pelajaran | Alokasi Intrakurikuler Per Tahun | Alokasi Kokurikuler Per Tahun | Total JP Per Tahun |
|---|---|---|---|
| Al-Qur’an Hadis | 64 | - | 64 |
| Akidah Akhlak | 64 | 36 | 100 |
| Fikih | 64 | - | 64 |
| Sejarah Kebudayaan Islam | 64 | - | 64 |
| Bahasa Arab | 64 | - | 64 |
| Pendidikan Pancasila | 128 | - | 128 |
| Bahasa Indonesia | 192 | 32 | 224 |
| Matematika | 160 | - | 160 |
| Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial | 160 | - | 160 |
| Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan | 96 | 32 | 128 |
| Seni dan Budaya*) Seni Musik Seni Rupa Seni Teater Seni tari | 96 | - | 96 |
| Bahasa Inggris | 64 | - | 64 |
| Koding | 64 | - | 64 |
| Total JP Muatan Pelajaran Wajib | 1.216 | 96 | 1.312 |
| Muatan Lokal**) | |||
| Bahasa Jawa | 64 | - | |
| Tahfidz | 64 | - | |
| Total JP Mata Pelajaran Wajib + Muatan Lokal | 1.344 | 96 | 1.440 |
Keterangan:
*) Satuan Pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, dan/atau seni tari). Murid memilih 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, atau seni tari)
**) Paling sedikit 64 (enam puluh empat) JP per tahun dan paling banyak 192 (seratus enam belas) sebagai mata pelajaran pilihan.
KOKURIKULER
Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter. Kompetensi yang dimaksud adalah delapan dimensi profil lulusan, yaitu: 1) keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 2) kewargaan; 3) penalaran kritis; 4) kreativitas; 5) kolaborasi; 6) kemandirian; 7) kesehatan; dan 8) komunikasi. Delapan dimensi profil lulusan merupakan hasil dari capaian pengetahuan, keterampilan, dan karakter.
Dalam kegiatan kokurikuler juga ditanamkan karakter Panca Cinta Madrasah yang meliputi : 1) Cinta kepada Tuhan (Allah SWT) dan Rasul-Nya, 2) Cinta kepada ilmu, 3) Cinta kepada diri dan sesama, 4) cinta kepada lingkungan, 5) cinta kepada bangsa dan negeri (Tanah Air)
Kegiatan kokurikuler dilaksanakan secara terencana, terstruktur dengan tujuan utama membentuk Profil Lulusan yang komprehensif, mengembangkan kom petensi esensial, serta memfasilitasi minat dan bakat murid melalui pembelajaran serta memfasilitasi minat dan bakat murid melalui pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Melalui kokurikuler, murid akan memperoleh pengalaman belajar untuk memahami, mengaplikasikan. Kegiatan kokurikuler diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk utama yang dapat dipilih dan dikembangkan oleh satuan pendidikan sesuai dengan karakteristik murid dan konteks satuan pendidikan. Ketiga bentuk utama kokurikuler adalah:
Kegiatan kokurikuler melalui pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu
Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin merupakan kegiatan kokurikuler yang mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran/muatan pembelajaran dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan nyata murid.
Tujuannya adalah membantu murid melihat keterkaitan antarilmu sebagai upaya mengembangkan delapan dimensi profil lulusan serta memperdalam pemahaman melalui pengalaman kontekstual.
Tema yang akan digunakan dapat ditentukan oleh satuan pendidikan dengan didasarkan pada hasil analisis potensi dan kebutuhan satuan pendidikan serta dimensi profil lulusan yang perlu ditingkatkan.
Kegiatan Kokurikuler melalui Gerakan 7KAIH
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) berbasis kebiasaan dan pembelajaran mendalam yang mengedepankan pembelajaran penuh kesadaran (meaningful learning), bermakna (mindful learning), dan menyenangkan (joyful learning). Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi: 1) Bangun pagi; 2) Beribadah; 3) Berolahraga; 4) Makan sehat dan bergizi; 5) Gemar belajar; 6) Bermasyarakat, dan 7) Tidur Cepat. Sebagai kegiatan kokurikuler, G7KAIH bukan sekedar ajakan moral atau slogan harian, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter yang perlu dirancang melalui identifikasi kebutuhan, tujuan yang jelas, langkah pelaksanaan yang sistematis, pendampingan, dan asesmen untuk merefleksikan perubahan kebiasaan dan sikap murid.Implementasi 7KAIH dapat dilakukan dalam berbagai bentuk aktivitas yang menggembirakan, seperti jurnal kebiasaan harian, tantangan kelas mingguan, kampanye kebiasaan baik, turun ke lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat atau tokoh agama, riset, hingga aksi kolaboratif antar kelas atau tingkat.
Kegiatan Kokurikuler melalui cara lainnya
Bentuk kegiatan kokurikuler dalam kategori cara lainnya berupa kegiatan kokurikuler ciri khas satuan pendidikan berbasis konteks lokal dan kegiatankegiatan berbasis nilai-nilai satuan pendidikan, dan kegiatan satu disiplin ilmu yang dalam aktivitasnya terjadi kolaborasi beragam keilmuan dan keahlian.
Dalam hal ini, satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan bentuk kegiatan kokurikuler lain yang sesuai dengan nilai-nilai satuan pendidikan, potensi satuan pendidikan, kebutuhan murid, dan konteks lokal, sepanjang kegiatan tersebut memenuhi kriteria kokurikuler.
Bentuk kegiatan kokurikuler “cara lainnya” ini mengakui bahwa setiap satuan pendidikan memiliki identitas, konteks, dan kekuatan unik yang patut diangkat dan menjadi sumber belajar.
Asesmen dalam kegiatan kokurikuler:
Asesmen formatif dilakukan selama proses kegiatan berlangsung. Tujuannya adalah untuk memberikan umpan balik yang bersifat membangun, membantu murid merefleksikan pembelajarannya, dan memberikan informasi bagi guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran.
Contoh bentuk asesmen formatif diantaranya jurnal refleksi harian murid, observasi keterlibatan murid, tanya-jawab terbuka, umpan balik teman sebaya, penilaian diri, dan bentuk lainnya,
Asesmen sumatif dilakukan pada akhir kegiatan kokurikuler untuk melihat sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai. Asesmen ini mencakup hasil akhir yang dihasilkan murid, baik berupa karya, aksi, maupun presentasi. Contoh bentuk asesmen sumatif dengan teknik penilaian kinerja berupa poster kampanye yang dibuat murid dalam proyek kolaboratif, presentasi akhir proyek kokurikuler, laporan pengamatan atau refleksi tertulis, produk berbasis kebudayaan lokal (dalam bentuk karya seni, video, atau pertunjukan), lembar penilaian kebiasaan (dalam G7KAIH) berdasarkan catatan harian, dan bentuk penilaian lainnya. Asesmen kokurikuler mengacu pada alur perkembangan Delapan Dimensi Profil Lulusan.
ESKTRAKURIKULER
Kegiatan kurikuler ini yang dilakukan di luar jam belajar di bawah bimbingan dan pengawasan madrasah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama dan kemandirian Murid secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Kegiatan ekstrakurikuler di MIN 2 Kulon Progo dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu:
Ekstrakurikuler wajib:
Ekstrakurikuler yang sifatnya wajib meliputi Pramuka dan Tahfidz.
Kepramukaan, bertujuan untuk melatih murid agar terampil dan mandiri, menanamkan sikap peduli terhadap orang lain, melatih agar mampu bekerja sama dengan orang lain, menanamkan sikap disiplin, menumbuhkan rasa percaya diri.
Tahfidz AlQur’an Juz 30 : menumbuhkan rasa cinta pada alqur’an, berahklaqul karimah, bisa menghafal alqur,an dengan tajwid yang benar, diharapkan setelah lulus dari MIN 2 Kulon Progo hafal Juz 30.
Ekstrakurikuler pilihan
Ekstrakurikuler yang dipilih oleh anak maupun atas arahan guru adalah: Qiro’ah Drumband, Karawitan, Kempo, Batik, UKS, Hadroh, dan olimpiade
Drumband : bertujuan mengembangkan dan megekspresikan diri murid dalam memainkan alat musik, memelihara dan meningkatkan pengetahuan seni musik melalui kegiatan yang dilaksanakan, menempung dan mewadahi murid yang berbakat dalam seni musik.
Qiro’ah/TPA (Seni Baca Al Qur’an), bertujuan untuk menumbuhkan apresiasi (penghargaan) murid terhadap seni budaya Islami, memupuk bakat dan minat murid di bidang seni baca Al Qur’an, menumbuhkan rasa percaya diri. Ruang lingkupnya adalah keterampilan seni membaca Al Qur’an.
Karawitan ; bertujuan agar murid memiliki ketrampilan karawitan, melatih kerjasama tim, serta memiliki kedisiplinan tinggi.
Kempo : pelajaran ini bertujuan untuk membangun pendidikan karakter bushido / kesetiaan kepada Murid yaitu :
Kenshi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Cinta tanah air
Berani membela kebenaran dan keadilan
Sehat jasmani dan rohani
Mampu menguasai diri
Bela diri
Batik; pelajaran ini bertujuan untuk menumbuhkan apresiasi terhadap kerajinan tradisional khas Indonesia, menumbuhkan kratifitas, serta menggali potensi yang ada pada diri murid.
Olimpiade; pelajaran ini memiliki tujuan menumbuhkan pengetahuan dan ketrampilan murid dalam menghadapi soal-soal yang berkaitan dengan olimpiade baik Matematika maupun Ilmu Pengetahuan alam, sehingga murid mampu bersaing dengan murid sekolah lain ketika ikut lomba.
Usaha Kesehatan Sekolah merupakan pembekalan pada Murid untuk upaya kesehatan pribadi dan orang lain serta peduli kesehatan lingkungan
Hadroh bertujuan meningkatkan dan menggali kreatifitas dan potensi seni murid
Jadwal Ekstrakurikuler Wajib
| No | Kegiatan | Sasaran/Kelas | Hari | Waktu |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pramuka | |||
| Model Blok | I-VI | Senin , selasa Rabu (3 hari pertama Masuk Sekolah) atau hari yang lain di awal tahun pelajaran | 18 Jam pelajaran | |
| Model Aktualisasi | I-VI | Jumat | 120 Menit | |
| Model reguler | Peminat / kelas III - V | Senin | 120 menit |
Model Blok
Sistem Model Blok dilaksanakan dengan cara
Diikuti oleh seluruh murid.
Dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran.
Untuk SD/MI dilaksanakan selama 18 Jam.
Penanggung jawab kegiatan adalah Kepala Sekolah selaku Ketua Mabigus.
Pembina kegiatan adalah Guru Kelas/Guru Mata pelajaran selaku Pembina Pramuka dan/atau Pembina Pramuka serta dapat dibantu oleh Pembantu Pembina (Instruktur Muda/Instruktur Pramuka)
Model Aktualisasi
Sistem Model Aktualisasi dilaksanakan dengan cara
Diikuti oleh seluruh murid.
Dilaksanakan setiap satu minggu satu kali.
Setiap satu kali kegiatan dilaksanakan selama 120 menit
Model Reguler.
Diikuti oleh murid yang berminat mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka di dalam Gugus Depan.
Pelaksanaan kegiatan diatur oleh masing-masing Gugus Depan
Tabel 12
Jadwal Ekstrakurikuler Pilihan
| No | Kegiatan | Sasaran/Kelas | Hari | Waktu |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pramuka | IV-VI | Senin | 14.00-15.30 |
| 2 | TPA / Tahfidz | I-VI | Kamis, Jumat | Sesudah KBM |
| 3 | Batik | III-V | Rabu | 14.00-15.30 |
| 4 | Kempo | III-VI | Sabtu | 08.00-10.00 |
| 5 | Hadroh | IV-VI | Sabtu | 08.00-10.00 |
| 6 | Olimpiade | III-VI | Rabu | 14.00-15.30 |
| 7 | Qiro’ah | IV-V | Kamis | 14.00-15.30 |
| 8 | Tahfidz/Pembiasaan | I-VI | Setiap hari | Sebelum KBM |
| 9 | Kerawitan | III-V | Selasa | 14.00-15.30 |
| 10 | Seni Tari | I – II | Selasa, Rabu | 13.00-14.00 |
| 11 | Drumband | III – VI | Jumat | 14.00 – 16.00 |