Kurikulum 2026/2027
Perencanaan Pembelajaran Ruang Lingkup Kelas
PERENCANAAN PEMBELAJARAN RUANG LINGKUP KELAS
Perencanaan pembelajaran ruang lingkup kelas yang akan digunakan oleh MIN 2 Kulon Progo terdiri beberapa aspek, yaitu:
Perencanaan Pembelajaran
Strategi Pembelajaran
Model Pembelajaran
Media Pembelajaran
Penilaian atau Asesmen Pembelajaran
Ketuntasan Hasil Pembelajaran
Penjelasan lebih lanjut dari aspek-aspek perencanaan pembelajaran ruang linkup kelas diatas akan tergambar pada penjelasan berikut :
Perencanaan Pembelajaran di Kelas
Dalam melaksanakan perencanaan pembelajaran di masing-masing kelas tahun ajaran 2026/2027, MIN 2 Kulon Progo memiliki beberapa perencanaan yang nantinya dapat diterapkan oleh madrasah atau guru. Perencanaan yang dilakukan di kelas berdasarkan prinsip pembelajaran paradigma baru antara lain:
Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian Murid saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan Murid yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.
Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter Murid secara holistik.
Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya Murid, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.
Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran yang akan diterapkan oleh guru kelas dan guru mata pelajaran di MIN 2 Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027 adalah sebagai berikut:
Koordinasi Persiapan Pembelajaran
Persiapan pembelajaran perlu dilakukan oleh guru mata pelajaran, baik yang mata pelajarannya terintegrasi secara materi maupun yang terintegrasi dalam bentuk Proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin. Kegiatan ini dilakukan untuk membuat kesepakatan terhadap jalannya proses pembelajaran, agar berjalan secara efektif dan sesuai dengan Alur Tujuan Pembelajaran.
Prosedur
Untuk prosedur pelaksanaan pembelajaran dalam 1 kali pertemuan standarnya adalah terdiri dari kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Setiap kegiatan memiliki komponen minimal yang harus dilaksanakan oleh guru namun guru diperbolehkan untuk menambah variasi agar pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan menarik selama tetap memperhatikan ketercukupan waktu pertemuan.
Kegiatan minimal yang harus dilaksanakan pada setiap langkah kegiatan pembelajaran diantaranya dapat terlihat dalam tabel berikut:
| No. | Kegiatan | Kegiatan Minimal yang dilakukan | Kegiatan Minimal yang dilakukan |
|---|---|---|---|
| 1. | Pembuka | 1. | Menyiapkan kondisi fisik dan psikis Murid |
| 1. | Pembuka | 2. | Menyampaikan tujuan pembelajaran |
| 1. | Pembuka | 3. | Memberikan apersepsi |
| 2. | Inti | 1. | Melaksanakan pembelajaran sesuai model pembelajaran yang dipilih. |
| 2. 3. 4. | Melakukan integrasi ketrampilan literasi, 4C (communication, Collaboration, Critical Thinking & Creativity) dan HOTS (Hight Order Thinking Skill) dalam pembelajaran. Melakukan integrasi Kurikulum Berbasis Cinta Melakukan Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) | ||
| 3. | Penutup | 1. | Melakukan refleksi |
| 3. | Penutup | 2. | Menyampaikan rencana tindak lanjut |
Model Pembelajaran
Standar model pembelajaran yang dipergunakan oleh MIN 2 Kulon Progo dipilih berdasar kebutuhan untuk memberikan pembelajaran yang bersifat inkuiri dan kontekstual dalam kegiatan inti pembelajaran yang diberikan pada Murid. Standar model pembelajaran di MIN 2 Kulon Progo yang rencana akan digunakan dalam kegiatan proses pembelajaran di antaranya :
Problem Based Learning (PBL)
Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu model pembelajaran yang berbasis pada masalah, di mana masalah tersebut digunakan sebagai stimulus yang mendorong murid menggunakan pengetahuannya untuk merumuskan sebuah hipotesis, pencarian informasi relevan yang bersifat student-centered melalui diskusi dalam sebuah kelompok kecil untuk mendapatkan solusi dari masalah yang diberikan.
Tujuan yang ingin dicapai oleh PBL adalah kemampuan murid untuk berpikir kreatif, analitis, sistematis, dan logis untuk menemukan alternatif pemecahan masalah malalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah.
Kekuatan atau manfaat utama penerapan model pembelajaran PBL adalah sebagai berikut.
Murid akan tertantang untuk menyelesaikan masalah yang akan membuat murid menjadi terbiasa menghadapi masalah.
Solidaritas sosial akan terpupuk dengan adanya diskusi dengan teman satu kelompok.
Guru dengan murid akan semakin akrab.
Murid akan terbiasa menerapkan metode eksperimen karena ada kemungkinan suatu masalah yang harus diselesaikan murid melalui eksperimen.
Project Based Learning (PjBL)
Model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning atau PjBL) merupakan pendekatan yang menekankan proses belajar melalui eksplorasi, penelitian, dan penciptaan produk nyata. Dalam model ini, murid diberikan masalah kontekstual yang harus dipecahkan secara kolaboratif melalui serangkaian kegiatan yang mencerminkan kehidupan nyata. PjBL bertumpu pada ide bahwa pembelajaran akan lebih bermakna jika murid dilibatkan secara langsung dan aktif. PjBL tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa produk, tetapi juga menekankan pada proses pencarian, analisis informasi, kerja sama tim, dan refleksi atas pembelajaran. Model ini cocok untuk membangun keterampilan abad 21, seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis. Melalui proyek, murid dapat melihat keterkaitan antara materi pelajaran dan dunia nyata, sehingga motivasi belajar mereka meningkat.
Dalam konteks pendidikan formal, model pembelajaran ini mulai banyak diadopsi oleh sekolah-sekolah yang ingin bertransformasi dari sistem pembelajaran konvensional ke arah yang lebih inovatif. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber ilmu, tetapi menjadi fasilitator yang membimbing murid dalam menyelesaikan proyek mereka. Murid menjadi subjek aktif dalam proses pembelajaran.
Penerapan PjBL membutuhkan desain pembelajaran yang matang. Guru harus mampu memilih proyek yang relevan, menarik, dan sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai. Selain itu, waktu pelaksanaan dan instrumen penilaian juga harus dirancang secara detail agar proses belajar tetap terstruktur namun fleksibel. Hal ini menuntut guru untuk memiliki kreativitas dan keterampilan pedagogis yang tinggi.
Model pembelajaran berbasis proyek juga mendukung diferensiasi pembelajaran. Karena murid dapat memilih pendekatan atau tema proyek sesuai minat dan gaya belajarnya, maka potensi masing-masing individu bisa lebih berkembang. Dengan demikian, PjBL tidak hanya meningkatkan hasil akademik, tetapi juga membangun karakter murid melalui pengalaman belajar yang bermakna.
Cooperative Learning
Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning merupakan bentuk pembelajaran dengan cara murid belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Artinya, kelompok belajar yang disusun haruslah beragam dan tidak pandang bulu.
Pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan keterampilan kognitif dan afektif murid secara bersamaan. Selain itu, manfaat dan kelebihan dari pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut.
Murid yang diajari dengan dan dalam struktur-struktur kooperatif akan memperoleh hasil pembelajaran yang lebih tinggi.
Murid yang berpartisipasi dalam pembelajaran kooperatif akan memiliki sikap harga-diri yang lebih tinggi dan motivasi yang lebih besar untuk belajar.
Melalui pembelajaran kooperatif, murid menjadi lebih peduli pada temantemannya, dan di antara mereka akan terbangun rasa ketergantungan yang positif (interdependensi positif) untuk proses belajar mereka nanti.
Pembelajaran kooperatif meningkatkan rasa penerimaan murid terhadap teman-temannya yang berasal dari latar belakang ras dan etnik yang berbeda-beda.
Discovery Learning
Model pembelajaran discovery learning adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan Murid untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku.
Discovery learning merupakan model pembelajaran yang membantu Murid untuk mengalami dan menemukan pengetahuannya sendiri sebagai wujud murni dalam proses pendidikan yang memberikan pengalaman yang mengubah perilaku sehingga dapat memaksimalkan potensi diri. Model discovery learning lebih menekankan pada pengalaman langsung murid dan lebih mengutamakan proses dari pada hasil belajar.
Kelebihan model pembelajaran discovery learning adalah sebagai berikut.
Membantu Murid untuk mengembangkan, kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif.
Murid memperoleh pengetahuan secara individual sehingga dapat dimengerti dan mengendap dalam pikirannya.
Dapat membangkitkan motivasi dan gairah belajar Murid untuk belajar lebih giat lagi;
Memberikan peluang untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing;
Memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses menemukan sendiri karena pembelajaran berpusat pada Murid dengan peran guru yang sangat terbatas.
Media Pembelajaran
Sebagai alat bantu proses pembelajaran, MIN 2 Kulon Progo menetapkan standar media pembelajaran yang akan digunakan. Standar media pembelajaran yang ditetapkan mengacu pada prinsip mengintegrasikan teknologi pada pembelajaran dan memberi pengalaman belajar yang kaya pada Murid di masing-masing kelas. Jenis standar media pembelajaran MIN 2 Kulon Progo dibedakan menjadi 2, yaitu media wajib dan media pilihan. Media wajib adalah media pembelajaran yang harus dipergunakan dalam setiap pembelajaran dan media pilihan adalah media pembelajaran yang boleh dipergunakan dalam pembelajaran jika diperlukan. Guru diperbolehkan menambah media pembelajaran lain jika dirasa perlu dengan tetap memperhatikan tujuan dan efektifitas pembelajaran.
Standar media pembelajaran MIN 2 Kulon Progo baik yang wajib atau yang pilihan dapat dilihat di tabel berikut:
| No. | Jenis | Media Pembelajaran | Media Pembelajaran |
|---|---|---|---|
| 1. | Wajib | 1. | Laptop |
| 1. | Wajib | 2. | Konten Belajar Digital |
| 2. | Pilihan | 1. | Alat Peraga |
| 2. | Pilihan | 2. | LCD Proyektor |
| 2. | Pilihan | 3. | Papan Tulis. |
| 4. | Video | ||
| 5. | Zoom | ||
| 6. | Internet | ||
| 7. | Dll. |
Penilaian atau Asesmen Pembelajaran
Pelaksanaan penilaian atau asesmen pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru kelas maupun guru mata pelajaran di MIN 2 Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027 terbagi menjadi 3 (tiga) jenis asesmen, antara lain:
Asesmen Diagnostik
Assessmen diagnostik dilaksanakan untuk mengetahui informasi kognitif dan non kognitif. Guru melaksanakan assessment diagnostik kognitif secara lisan dan tulis, baik diawal tahun pelajaran maupun akhir pekan untuk memetakan kemampuan dasar Murid dalam memahami materi.
Asesmen diagnostik dilaksanakan untuk mengetahui informasi kognitif dan non kognitif. Guru melaksanakan asesmen diagnostik kognitif secara lisan dan tulis, baik diawal tahun pelajaran maupun akhir pekan untuk memetakan kemampuan dasar Murid dalam memahami materi. Assessment diagnostik nonkognitif digunakan untuk menegathui informasi terkait dengan gaya belajar, bakat, minat, senin, karakter Murid. Guru melakukan di awal tahun ajaran baru maupun akhir pekan baik secara lisan maupun tulis.
Asesmen Formatif
Asesmen formatif dilaksanakan guru dengan menggunakan berbagai instrument, baik tes tulis, tes lisan, praktik, proyek, portofolio, penugasan. Hasil kegiatan tersebut digunakan oleh guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Sedangkan oleh Murid digunakan sebagai bahan refleksi.
Asemen Sumatif
Assessmen Sumatif dilakukan di akhir tema, bab, unit, lingkup materi. Instrument yang digunakan adalah tes lisan, tes tulis, praktik, dan proyek. Jenis yang digunakan adalah penilaian harian (PH), asesmen akhir semester (ASAS), asesmen akhir tahun (ASAT). Nilai tersebut digunakan untuk pelaporan hasil belajar (raport).
Ketuntasan Hasil Pembelajaran
Untuk mengetahui apakah Murid telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran, pembelajaran ataupun modul ajar.
Kriteria ketercapaian ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen, karena belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/didemonstrasikan Murid sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.
Pembelajaran Lingkup Kelas tak lepas dari dua hal penting, yaitu pengaturan kelas dan pengelolaan pembelajaran kelas. Pengaturan kelas lebih mengedapankan pada manajemen sarana prasarana, terkait pemetaan tata letak kelas melihat segi ketersediaan lahan, ketercukupan, maupun keamanan. Sedang pengelolaan pembelajaran kelas lebih menjadi wewenang guru kelas dalam mengatur kelas dan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Penjelasan lebih terakit pengaturan kelas dan pengelolaan pembelajar di kelas disampaikan berikut ini
Pengaturan Kelas
Mengatur lingkungan fisik bagi pengajaran merupakan titik mula yang logis untuk pengelolaan ruang kelas karena hal ini merupakan subuah tugas yang dihadapi semua guru sebelum kegiatan kelas dimulai. Banyak guru merasa lebih mudah merencanakan aspek pengelolaan kelas non-fisik dibandingkan harus mengatur lingkungan kelas dalam mendukung dan mencapai tujuan pembelajaran.
Pengaturan ruang kelas merupakan bentuk dari kemampuan guru dalam memanajemen kelas dan menciptakan iklim pembelajaran yang baik bagi murid. Ruang kelas bukanlah wilayah yang sangat luas bagi murid hingga puluhan orang berinteraksi selama periode waktu yang lama selama 5-8 jam sehari. Guru dan murid akan selalu terlibat dalam berbagai kegiatan dalam menggunakan berbagai wilayah ruang yang berbeda dalam mencapai tujuan pembelajaran. Guru akan selalu memfasilitasi kegiatan-kegiatan pembelajaran dengan baik jika guru mengatur ruang kelas untuk memungkinkan pergerakan yang teratur, mempertahankan distraksi seminimal mungkin, dan menggunakan ruang yang tersedia secara efisien.
Untuk pengaturan kelas di MIN 2 Kulon Progo tersaji seperti gambar denah berikut.
Denah Ruang Kelas MIN 2 Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027
Keterangan :
Pengelolaan Pembelajaran di Kelas
Pembelajaran Esensial
Pembelajaran esensial merupakan pola pembelajaran dasar yang sangat penting dan fundamental dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pembelajaran esensial membantu para guru untuk membuat proses pembelajaran agar lebih fokus pada Murid. Pembelajaran esensial fokus pada materi esensial, dan ini menjadi karakteristik dari Kurikulum Merdeka. Materi esensial yang ada dalam konteks ini yaitu literasi dan numerasi. Melihat fokus pada materi tersebut, menunjukkan bahwa pada kurikulum ini fokus utama adalah pada kualitas dan bukannya kuantitas. Hal tersebut juga berhubungan erat dengan capaian pembelajaran Murid.
Pembelajaran esensial yang fokus pada materi esensial akan berpengaruh pada adanya pengurangan materi pelajaran atau pokok bahasa. Dengan adanya pengurangan materi pelajaran ini guru tidak perlu mengajar dengan tergesa-gesa agar bisa mencapai target tujuan yang ada.
Manfaat pembelajaran esensial dengan materi esensial adalah sebagai berikut.
Membantu murid fokus pada pemahaman mendalam.
Mengorganisis pembelajaran yang fokus pada murid.
Membantu murid agar bisa mendapatkan pengajaran yang terbaik.
Memberikan pembelajaran yang efektif dan tidak tergesa-gesa.
Membantu guru dalam menyampaikan materi lebih leluasa.
Pembelajaran Adaptif
Pembelajaran adaptif adalah pendekatan pembelajaran yang menggunakan teknologi untuk secara otomatis menyesuaikan konten, urutan, dan metode penyampaian materi pembelajaran berdasarkan kinerja, preferensi, dan gaya belajar setiap murid. Sistem ini memantau kemajuan murid secara real-time, mendeteksi area yang perlu ditingkatkan, dan memberikan umpan balik yang personal. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan efektivitas belajar dengan memberikan pengalaman belajar yang terpersonalisasi dan efisien bagi setiap individu. Berbeda dengan pembelajaran tradisional yang cenderung seragam, pembelajaran adaptif bersifat dinamis dan fleksibel, menyesuaikan diri dengan perkembangan masing-masing murid. Intinya, sistem ini berusaha menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi setiap murid untuk mencapai potensi maksimalnya.
Pembelajaran adaptif bukan hanya tentang menyesuaikan tingkat kesulitan materi, tetapi juga tentang menyesuaikan metode penyampaian dan jenis aktivitas belajar yang sesuai dengan gaya belajar masing-masing murid. Sistem ini juga mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti motivasi dan kebutuhan emosional murid untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menggairahkan.
Sistem pembelajaran adaptif umumnya menggunakan algoritma kecerdasan buatan (AI) dan machine learning untuk menganalisis data murid. Data ini bisa meliputi:
Kinerja murid: Skor tes, waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan tugas, tingkat keakuratan jawaban, dan pola kesalahan.
Preferensi murid: Gaya belajar (visual, auditori, kinestetik), kecepatan belajar, dan topik yang disukai.
Umpan balik murid: Respon murid terhadap materi, pertanyaan, dan aktivitas belajar.
Berdasarkan analisis data tersebut, sistem pembelajaran adaptif akan:
Menyesuaikan konten: Memberikan materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman murid, mulai dari materi pengayaan hingga materi remedial.
Mengatur urutan materi: Menyusun urutan materi yang optimal berdasarkan kemajuan belajar murid.
Memilih metode penyampaian: Menggunakan metode penyampaian yang sesuai dengan gaya belajar murid, misalnya video, teks, simulasi, atau permainan.
Memberikan umpan balik personal: Memberikan umpan balik yang spesifik dan relevan dengan kebutuhan murid, bukan hanya sekedar nilai atau skor.
Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang menekankan pada kaitan antara materi yang dipelajari dengan kondisi di kehidupan nyata yang bisa dilihat dan dianalisis oleh Murid. Artinya, saat kegiatan pembelajaran berlangsung murid seolah bisa merasakan dan melihat langsung aplikasi nyata materi yang sedang dipelajari. Pembelajaran yang berarti dan efektif terjadi ketika muriddapat melihat hubungan antara apa yang mereka pelajari dengan pengalaman dan konteks mereka sehari-hari.
Dalam model pembelajaran kontekstual, guru berperan sebagai fasilitator yang membantu murid menjembatani hubungan antara materi pelajaran dan kehidupan mereka. Hal ini melibatkan penyajian materi pembelajaran dalam konteks yang relevan dan menggugah minat murid. Pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar murid, mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah, serta membentuk karakter murid yang positif. Pendekatan ini dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran dengan berbagai cara yang kreatif dan inovatif.
Beberapa prinsip pembelajaran kontekstual: 1) Relevansi: Materi pembelajaran harus relevan dengan kehidupan sehari-hari murid, 2) Keterkaitan: Materi pembelajaran harus saling berkaitan satu sama lain, 3) Aktif: Murid harus aktif dalam proses pembelajaran, 4) Bermakna: Murid harus dapat memahami makna dari materi pembelajaran yang dipelajari, dan 5)
Autentik: Kegiatan pembelajaran harus bersifat autentik, yaitu berkaitan dengan dunia nyata.
Adapun manfaat metode pembelajaran ini bagi Murid adalah sebagai berikut.
Meningkatkan kemampuan Murid untuk berpikir secara kritis, logis, dan sistematis.
Pemahaman yang diperoleh Murid bisa bertahan lebih lama karena memahami dengan menerapkan.
Murid bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Meningkatkan kreativitas Murid berkaitan dengan permasalahan yang ada di sekitar yang disesuaikan dengan keilmuan yang didapatkan.
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful learning), bermakna (meaningful learning), dan menggembirakan (joyful learning) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu. Dalam penerapan Pembelajaran Mendalam semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan. Deep learning mendorong pembelajaran mampu memuliakan manusia dengan segala perbedaan kemampuan dan keahliannya.
Metode ini berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kemampuan analisis, dan kreativitas, dengan tujuan menciptakan pemahaman yang lebih holistik. Dalam pendekatan ini, murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif dalam membangun pengetahuan melalui berbagai pengalaman belajar yang memacu mereka untuk berpikir secara mandiri dan bekerja sama. Pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis inkuiri, studi kasus, dan simulasi kehidupan nyata merupakan metode turunan dari pendekatan ini. Pendekatan ini tidak hanya mengembangkan pengetahuan mereka tentang topik tersebut, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan dunia nyata.
Meaningful Learning
Meaningful learning atau pembelajaran bermakna adalah pendekatan yang menekankan pentingnya keterkaitan antara pengetahuan baru dengan pengalaman atau pengetahuan yang sudah dimiliki murid sebelumnya. Tujuan utama dari pembelajaran bermakna adalah agar murid dapat melihat bagaimana materi yang dipelajari relevan dengan kehidupan mereka, sehingga membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami dan signifikan.
Mindful Learning
Mindful learning atau pembelajaran dengan kesadaran penuh menuntut murid untuk terlibat sepenuhnya dalam proses belajar dengan perhatian yang utuh. Pembelajaran ini tidak hanya menekankan pada hasil akhir, tetapi juga memberi perhatian besar pada proses yang dilalui murid.
Dalam mindful learning, murid diminta untuk fokus, melibatkan diri secara mental dan emosional, serta memberi perhatian penuh terhadap materi yang sedang dipelajari tanpa terganggu oleh faktor eksternal. Pembelajaran ini mengajarkan pentingnya kesadaran dan refleksi dalam belajar.
Joyful Learning
Joyful learning atau pembelajaran yang menyenangkan bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang positif dan penuh motivasi. Dalam pendekatan ini, murid belajar dalam suasana yang tidak menakutkan dan justru menggairahkan mereka untuk lebih aktif terlibat. Pembelajaran yang menyenangkan melibatkan aktivitas yang interaktif, eksploratif, dan kolaboratif, yang mampu menumbuhkan semangat belajar dan meningkatkan keterlibatan murid. Dengan suasana yang menyenangkan, murid lebih termotivasi dan merasa lebih nyaman dalam belajar.
Deep learning memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari pendekatan pembelajaran lainnya.
Pembelajaran berbasis eksplorasi, belajar aktif, dan berbasis konsep.
Mendorong kolaborasi rasa ingin tahun dan berpikir kritis.
Buku teks adalah salah satu sumber pengetahuan.
Multidisiplin
Dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar murid.
Kelas bersifat heterogen.
Asesmen autentik, berbasis kinerja.
Sekolah adalah tentang perkembangan akademik, sosial, dan emosional.
Guru mengajar dan merencanakan pembelajaran dalam tim.
Pembelajaran merupakan aktivitas kolaboratif.
Penerapan deep learning dalam pendidikan membawa banyak manfaat bagi murid. Salah satu kelebihannya adalah memperkuat keterampilan berpikir kritis dan analitis. Dengan metode ini, murid dilatih untuk menilai informasi secara lebih mendalam dan mengidentifikasi solusi berdasarkan data serta fakta yang ada, bukan hanya menerima informasi secara pasif. Ini membantu mereka mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara objektif dan membuat keputusan yang lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, deep learning memungkinkan murid untuk menghubungkan pengetahuan teoretis dengan penerapan nyata
Kurikulum Berbasis Cinta
Kurikulum Berbasis Cinta sebagai sebuah kurikulum yang dirancang dengan menitik beratkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, dan perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan. Melalui Kurikulum ini diharapkan melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan.
Kurikulum Berbasis Cinta mengambil posisi sebagai jiwa (soul) dari seluruh penyelenggaraan pendidikan dan pemhelajaran pada implementasi Kurikulum Nasional. Adapun materi pokok Kurikulum Berbasis Cinta meliputi:
Cinta kepada Allah SWT (Hubbullah)
Membentuk kecintaan mendalam kepada Allah SWT sebagai Sang Pencipta dan Pemelihara. Cinta kepada Allah sebagai muara munculnya cinta pada makhluk-Nya.
Cinta kepada Rasulullah (Hubburrasul)
Meneladani akhlak mulia Rasulullah SWA sebagai teladan cinta kasih.
Cinta kepada Diri Sendiri (Hubbunnafs)
Membentuk karakter dnegan membiasakan menghiasi diri dengan akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela kepada diri sendiri.
Cinta kepada Sesama (Hubbunnaas)
Menanamkan empati dan toleransi terhadap sesama manusia (orang tua, guru, saudara, tetangga, teman, dan sesama umat beragama maupun antar umat agama)
Cinta kepada Lingkungan (Hubbulbiah)
Menanamkan kesadaran untuk menjaga alam dan lingkungan sebagai amanah Allah SWT.
Cinta kepada Bangsa dan Negara (Hubbul wathan wal bilad) Menumbuhkan semangat cinta tanah air sebagai bagian dari iman
Kurikulum berbasis Cinta dikembangkan dengan prinsip: 1) pendidikan berbasis nilai, 2) pengembangan karakter, 3) pendekatan holistik, 4) keterlibatan komunitas, 5) pembelajaran berbasis pengalaman, 6) dialog dan komunikasi terbuka, 7) kreativitas dan inovasi, dan 8) evaluasi berbasis proses. Adapaun pendekatan dan strategi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta melalui:
Reflective Learning
Penekanan lebih apda analisis, pemaknaan, konsolidasi, evaluasi diri, dna tindak lanjut terkait pelaksanaan pembelajaran.
Multikultural
Pengakuan terhadap keragaman budaya, kesetaraan, toleransi dan kasih sayang, inklusi dan partisipasi aktif.
Partisipatif dan Kolaboratif
Keterlibatan aktif, kolaborasi, refleksi, kritis, dan demokratis dan inklusif dari pelaku pembelajaran, baik guru, murid, dan aktivitas selama proses KBM.
Humanistik dan Pendidikan Karakter
Lebih kepada pembentukan moral, pengembangan kepribadian, membangun kompetensi sosial.
Integratif
Pembelajaran menyajikan konsep dari berbagai bidang studi, student centered, dan memberikan pengalaman langsung kepada murid.
Keteladanan (Qudwah)
Bagaimana ucapan, sikap dan perilaku menjadi cerminan dari pembiasaan positif yang menumbuhkembangkan karakter baik dan positif.
Kurikulum Berbasis Cinta bisa diimplementasikan dengan lebih terarah dan terukur dengan capaian proses belajar yang mampu memenuhi 3 pilar utama yaitu meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning, melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga apabila model pembelajaran yang digunakan tepat. Adapaun model pembelajaran yang dikembangkan dan diimplementasikan dalam Kurikulum Berbasis Cinta antara lain:
Pembelajaran Berbasi Projek (Project Based Learning)
Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)
Pembelajaran Penyelidikan (Inquiry Learning)
Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
Pembelajaran LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi)
BAB IV
PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL
PENDAMPINGAN
Pelaksanaan pendampingan MIN 2 Kulon Progo dilakukan secara internal oleh madrasah untuk memastikan pembelajaran berjalan sesuai rencana untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Proses ini dikelola oleh kepala madrasah dan atau guru yang dianggap sudah mampu untuk melakukan peran ini. Pendampingan dilakukan secara bertahap dan mandiri agar terjadi peningkatan kualitas secara berkelanjutan di madrasah, sesuai dengan kemampuan madrasah. Dalam melakukan pendampingan dan pengembangan professional ditekankan pada prinsip reflektif dan pengembangan diri bagi guru, serta menggunakan alat penilaian yang jelas dan terukur.
Proses pendampingan dirancang sesuai kebutuhan dan dilakukan oleh kepala madrasah dan atau guru yang berkompetensi berdasarkan hasil pengamatan atau evaluasi. Proses pendampingan dan pengembangan professional ini dilakukan melalui :
Program regular supervisi madrasah, yang dilakukan minimal dua kali dalam satu semester oleh kepala madrasah.
Kegiatan Kelompok Kerja Guru MIN 2 Kulon Progo, yang dilaksanakan sesuai program kerja KKG secara reguler, seperti kegiatan mingguan untuk pendampingan penyusunan atau revisi alur tujuan pembelajaran dan modul ajar. Kegiatan ini merupakan pendampingan oleh kepala madrasah dan guru yang berkompetensi.
Pelaksanaan In-House Training (IHT) atau Focus Group Discussion (FGD), dilakukan minimal enam bulan sekali atau sesuai kebutuhan dengan mengundang narasumber yang berkompeten, instansi terkait dan praktisi pendidikan.
EVALUASI
Evaluasi Kurikulum MIN 2 Kulon Progo secara reguler dilaksanakan secara bertahap yaitu jangka pendek satu tahun sekali dan jangka panjang 4 tahun sekali dengan mempertimbangkan perubahan yang terjadi baik perubahan kebijakan maupun update perkembangan terkini dalam proses pembelajaran. Evaluasi kurikulum dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan secara reflektif, yaitu:
Evaluasi Harian, dilakukan secara individual oleh guru setelah pembelajaran berdasarkan catatan anekdot selama proses pembelajaran, penilaian dan refleksi ketercapaian tujuan pembelajaran. Hasil evaluasi ini digunakan untuk perbaikan rencana pembelajaran atau modul ajar pada hari berikutnya.
Evaluasi Per Unit Belajar, dilakukan secara kelompok (team teaching) setelah satu unit pembelajaran atau tema modul ajar pada selesai. Hasil ini digunakan untuk merefleksikan proses belajar, ketercapaian tujuan dan melakukan perbaikan maupun penyesuaian terhadap proses belajar dan perangkat ajar, yaitu alur tujuan pembelajaran dan modul ajar.
Evaluasi Per Semester, dilakukan secara kelompok (team teaching) setelah satu semester selesai. Evaluasi ini dilakukan berdasarkan refleksi pembelajaran dan hasil asesmen Murid yang telah disampaikan pada laporan hasil belajar Murid.
Evaluasi Per Tahun, merupakan refleksi ketercapaian profil lulusan, tujuan madrasah, misi dan visi madrasah.
Pelaksanaan evaluasi kurikulum MIN 2 Kulon Progo dilakukan oleh Tim Pengembang Kurikulum Madrasah bersama pengawas madrasah, kepala madrasah dan komite madrasah serta pihak lainnya yang telah mengadakan kerja sama dengan madrasah. Evaluasi dilaksanakan berdasarkan data yang telah dikumpulkan pada evaluasi pembelajaran, hasil supervisi kepala madrasah, laporan kegiatan Kelompok Kerja Guru, hasil kerja Murid dan kuesioner Murid dan orang tua. Informasi yang berimbang dan berdasarkan data tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan madrasah kepada Murid, peningkatan prestasi dan hubungan kerja sama dengan pihak lain. Fokus evaluasi pada Implementasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Madrasah adalah: ketercapaian Capaian Pembelajaran (CP), hasil penilaian atau Asesmen, kualitas pengajaran, dan keterlaksanaan Program.
PENGEMBANGAN PROFESIONAL
Pelaksanaan pengembangan profesional ditekankan pada prinsip reflektif dan pengembangan diri bagi pendidik, serta menggunakan alat penilaian yang jelas dan terukur. Kepala madrasah merancang dan melakukan proses pengembangan profesional sesuai kebutuhan sebagai tindak lanjut dari hasil pengamatan dan evaluasi dengan melibatkan pengawas madrasah. Program pengembangan profesionalitas MIN 2 Kulon Progo dilakukan melalui beberapa kegiatan sebagaimana yang akan dijelaskan pada tabel berikut.
Pengembangan Profesional MIN 2 Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027
| No. | Bentuk Pengembangan | Jenis Kegiatan | Jenis Kegiatan | Jenis Kegiatan | Waktu Pelaksanaan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Coaching Proses pendampingan untuk mencapai tujuan dengan menggali pemikiran-pemikiran seseorang terhadap suatu masalah | 1. | Pendampingan pembelajaran | Pendampingan pembelajaran | Satu bulan sekali |
| 1. | Coaching Proses pendampingan untuk mencapai tujuan dengan menggali pemikiran-pemikiran seseorang terhadap suatu masalah | 2. | Pendampingan individu | Pendampingan individu | Satu bulan sekali |
| 2. | Mentoring Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | 1. | Supervisi klinis Kepala Madrasah | Supervisi klinis Kepala Madrasah | Satu bulan sekali |
| 2. | Mentoring Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | 2. | Supervisi klinis pengawas madrasah | Supervisi klinis pengawas madrasah | Dua bulan sekali |
| 3. | Pelatihan Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | 1. | Pelatihan pengembangan CP menjadi ATP | Pelatihan pengembangan CP menjadi ATP | Januari 2026 |
| 3. | Pelatihan Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | 2. | Pengembangan Modul Ajar | Pengembangan Modul Ajar | Februari 2026 |
| 3. | Pelatihan Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | 3. | Pengembangan modul proyek | Pengembangan modul proyek | Maret 2026 |
| 3. | Pelatihan Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | 4. | Pelatihan penilaian dalam kurikulum merdeka | Pelatihan penilaian dalam kurikulum merdeka | Maret-April 2026 |
| 3. | Pelatihan Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | 5. | Pengembangan media pembelajaran | Pengembangan media pembelajaran | Agustus 2026 |
| 3. | Pelatihan Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | 6. | Pelatihan pustakawan/ operator madrasah | Pelatihan pustakawan/ operator madrasah | Juli 2026 |
| 3. | Pelatihan Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | 7. | Pendampingan penanggung jawab ekstrakurikuler | Pendampingan penanggung jawab ekstrakurikuler | Juli 2026 |
| 3. | Pelatihan Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | * | Pramuka | Juli 2026 | |
| 3. | Pelatihan Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | * | Olah raga | Juli 2026 | |
| 3. | Pelatihan Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | * | Kesenian | Juli 2026 | |
| 3. | Pelatihan Proses pendampingan dengan Berbagi pengalaman/ pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala | * | Keagamaan | Juli 2026 |
BAB V PENUTUP
Harapan
Kurikulum MIN 2 Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027 disusun sebagai kerangka acuan atau pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran di madrasah. Kurikulum Madrasah juga sebagai panduan ketercapaian pembelajaran bagi Murid dan upaya guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran baik itu dengan menggunakan Kurikulum Merdeka. Kurikulum yang telah tersusun ini akan berjalan lancar bila ada dukungan penuh dari semua pihak, yaitu kepala madrasah, guru, komite madrasah dan stakeholder yang ada di madrasah.
Tim Penyusun Kurikulum Madrasah (TPKM) MIN 2 Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027 berharap, mudah-mudahan dukungan dan partisipasi aktif semua pihak dapat memajukan lembaga yang kita cintai sesuai dengan apa yang telah terumuskan dalam visi, misi dan tujuan madrasah sehingga terwujudnya madrasah yang mandiri dan berprestasi.
Saran
Kami selaku Tim Penyusun Kurikulum MIN 2 Kulon Progo Tahun Ajaran
2026/2027 menyadari jika dalam penyusunan Kurikulum masih banyak kekurangan serta jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami berharap saran dan kritikan dari berbagai pihak agar nantinya dalam penyusunan Kurikulum Madrasah (KM) menjadi lebih baik dan mendekati sempurna.
LAMPIRAN
Lampiran 1. SK Tim Pengembang Kurikulum
KEPUTUSAN KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI KULON PROGO NOMOR TAHUN 2026
TENTANG
TIM PENGEMBANG KURIKULUM MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 KULON PROGO
TAHUN AJARAN 2026/2027
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI KULON PROGO
Menimbang : a. Bahwa dalam rangka mengimplementasikan Peraturan Menteri Agama Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah dan Keputusan Menteri Agama Nomor 450 Tahun 2024 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Madrasah maka diperlukan dokumen kurikulum;
Bahwa untuk pelaksanaan program dan kegiatan MIN 2 Kulon Progo Tahun 2026/2027 dalam bidang pengembangan kurikulum yang sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Tim Pengembang Kurikulum;
Bahwa nama yang tercantum dalam lampiran keputusan ini dipandang cakap dan mampu ditugaskan sebagai Tim Pengembang Kurikulum MIN 2 Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen;
Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Standar Nasional Pendidikan;
Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penyelengaraan Penguatan Pendidikan Karakter;
Peraturan Menteri Agama Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka;
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 Tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah;
Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 Tentang Pedoman Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah;
Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025 Tentang Pedoman Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA dan MAK ;
Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3302 Tahun 2024 Tentang CP Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah;
Keputusan Kepala BSKAP Nomor 009/H/KR/2022 Tahun 2022 Tentang Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka.
Keputusan Kepala BSKAP Nomor 032/H/KR/2024 Tahun 2024 TentangKompetensi dan Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila;
Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 Tahun 2025 Tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka;
Peraturan Gubernur DIY Nomor 64 Tahun 2013 tentang Mata Pelajaran Bahasa Jawa sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI KULON PROGO TENTANG TIM PENGEMBANG KURIKULUM MIN 2 KULON PROGO TAHUN AJARAN 2026/2027.
Kesatu : Menetapkan Keputusan Kepala MIN 2 Kulon Progo tentang Susunan dan Tugas Tim Pengembang Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 sebagaimana pada lampiran I Surat Keputusan ini.
Kedua : Menugaskan Tim Pengembang Kurikulum MIN 2 Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027 untuk menyusun dokumen kurikulum madrasah Tahun Ajaran 2026/2027, sesuai peraturan perundang-udangan yang berlaku
Ketiga : Tim Pengembang Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 melaporkan hasil kajian dokumen kurikulum madrasah kepada Kepala Madrasah.
Keempat : Semua biaya yang timbul akibat pelaksanaan keputusan ini, dibebankan pada alokasi anggaran madrasah yang sesuai.
Kelima : Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Kulon Progo Pada Tanggal : 10 Juli 2025 Kepala
Hartati
Tembusan:
Yth. Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo.
Yth. Bapak Ketua Komite MIN 2 Kulon Progo
Arsip.
Lampiran 2:
Keputusan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kulon Progo Nomor 17 Tahun 2025 Tentang
Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027
SUSUNAN TIM PENGEMBANG KURIKULUM MIN 2 KULON PROGO
TAHUN AJARAN 2026/2027
Pengarah : 1. Mulat Viriyanto
Sujono
Penanggung Jawab : 1.Hartati
Ketua : 1.Sudarman
Fitri Asmawati
Sekretaris : 1.Yuli Supriyanto
Siti Maimunah
Bendahara : 1.Etik Kurniawati
Seksi Perlengkapan : 1.Saswita
Seksi Kajian dan Kebijakan : 2. Teguh Wiyono
MRA dan SPAB : 1.Sri Handani
Siti Fatini
Kurikulum : 1.Sudarman
Yuli Supriyanto
Tahfidz : 1.Aset Naro Tamma
Rina Sarifah
Adiwiyata : 1.Umi Khoirul Bariyah
Sujana
Ditetapkan di : Kulon Progo Pada Tanggal : 10 Juli 2025 Kepala
Lampiran 3 :
Contoh Modul Ajar :
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPAS MI KELAS 4
| INFORMASI UMUM | ||
|---|---|---|
| A. IDENTITAS MODUL | ||
| Penyusun | : | |
| Instansi | : | MIN 2 Kulon Progo |
| Jenjang Sekolah | : | MI |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Fase / Kelas | : | B / 4 |
| BAB 2 | : | Gaya di Sekitar Kita |
| Topik | : | Magnet, Sebuah Benda yang Ajaib |
| Alokasi Waktu | : | 2 JP |
| B. KOMPETENSI AWAL | B. KOMPETENSI AWAL | B. KOMPETENSI AWAL |
| Mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari. Memanfaatkan gaya tersebut untuk membantu manusia mengatasi tantangan dalam kehidupan sehari-hari | Mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari. Memanfaatkan gaya tersebut untuk membantu manusia mengatasi tantangan dalam kehidupan sehari-hari | Mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari. Memanfaatkan gaya tersebut untuk membantu manusia mengatasi tantangan dalam kehidupan sehari-hari |
| C. PROFIL PELAJAR PANCASILA | C. PROFIL PELAJAR PANCASILA | C. PROFIL PELAJAR PANCASILA |
| Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Berkebinekaan global, Bergotong-royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif. | Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Berkebinekaan global, Bergotong-royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif. | Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Berkebinekaan global, Bergotong-royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif. |
| D. SARANA DAN PRASARANA | D. SARANA DAN PRASARANA | D. SARANA DAN PRASARANA |
| Sumber Belajar : (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas IV, Penulis: Amalia Fitri, dkk dan Internet), Lembar kerja peserta didik Pengenalan Tema Buku Guru bagian Ide Pengajaran Persiapan lokasi: Lingkungan sekitar sekolah Topik : Magnet, Sebuah Benda yang Ajaib Perlengkapan yang dibutuhkan peserta didik: Lembar Kerja Perlengkapan peserta didik: alat tulis; magnet; benda yang terbuat dari besi; benda yang tidak terbuat dari besi. Persiapan Lokasi: area kelas yang dikondisikan untuk percobaan berkelompok. Topik Proyek Belajar Material sesuai produk yang dibuat oleh peserta didik Persiapan lokasi: area kelas untuk demonstrasi. | Sumber Belajar : (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas IV, Penulis: Amalia Fitri, dkk dan Internet), Lembar kerja peserta didik Pengenalan Tema Buku Guru bagian Ide Pengajaran Persiapan lokasi: Lingkungan sekitar sekolah Topik : Magnet, Sebuah Benda yang Ajaib Perlengkapan yang dibutuhkan peserta didik: Lembar Kerja Perlengkapan peserta didik: alat tulis; magnet; benda yang terbuat dari besi; benda yang tidak terbuat dari besi. Persiapan Lokasi: area kelas yang dikondisikan untuk percobaan berkelompok. Topik Proyek Belajar Material sesuai produk yang dibuat oleh peserta didik Persiapan lokasi: area kelas untuk demonstrasi. | Sumber Belajar : (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas IV, Penulis: Amalia Fitri, dkk dan Internet), Lembar kerja peserta didik Pengenalan Tema Buku Guru bagian Ide Pengajaran Persiapan lokasi: Lingkungan sekitar sekolah Topik : Magnet, Sebuah Benda yang Ajaib Perlengkapan yang dibutuhkan peserta didik: Lembar Kerja Perlengkapan peserta didik: alat tulis; magnet; benda yang terbuat dari besi; benda yang tidak terbuat dari besi. Persiapan Lokasi: area kelas yang dikondisikan untuk percobaan berkelompok. Topik Proyek Belajar Material sesuai produk yang dibuat oleh peserta didik Persiapan lokasi: area kelas untuk demonstrasi. |
| E. TARGET PESERTA DIDIK | E. TARGET PESERTA DIDIK | E. TARGET PESERTA DIDIK |
| Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin |
|---|
| F. MODEL PEMBELAJARAN |
| Pembelajaran Tatap Muka |
| KOMPNEN INTI |
| A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN |
| Tujuan Pembelajaran Bab 2 : Mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari. Memanfaatkan gaya tersebut untuk membantu manusia mengatasi tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan Pembelajaran Pengenalan tema : Peserta didik melakukan aktivitas yang berkaitan dengan tema pembelajaran sebagai perkenalan. Peserta didik mengetahui apa yang ingin dan akan dipelajari di bab ini. Peserta didik membuat rencana belajar. Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mengenal gaya magnet dan sifatnya. Peserta didik dapat mengidentifikasi tipe gaya yang dihasilkan dari benda magnetis. Peserta didik dapat mengetahui manfaat dan penerapan gaya magnet dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan Pembelajaran Proyek Belajar : Peserta didik membuat sebuah produk dengan memanfaatkan sifat gaya magnet. |
| B. PEMAHAMAN BERMAKNA |
| Pengenalan tema Meningkatkan kemampuan murid dalam mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari. dan memanfaatkan gaya tersebut untuk membantu manusia mengatasi tantangan dalam kehidupan sehari-hari Topik : Magnet, Sebuah Benda yang Ajaib Meningkatkan kemampuan murid dalam mengenal gaya magnet dan sifatnya. mengidentifikasi tipe gaya yang dihasilkan dari benda magnetis. dan mengetahui manfaat dan penerapan gaya magnet dalam aktivitas sehari-hari. Proyek Belajar Meningkatkan kemampuan murid dalam membuat sebuah produk dengan memanfaatkan sifat gaya. |
| C. PERTANYAAN PEMANTIK |
| Pengenalan Topik Bab 2 Apa itu gaya? Apa pengaruh gaya terhadap benda? Topik : Magnet, Sebuah Benda yang Ajaib Apa pengaruh gaya magnet terhadap benda? |
| 2. Apa manfaat gaya magnet pada kehidupan sehari-hari? |
|---|
| D. KEGIATAN PEMBELAJARAN |
| Kegiatan Orientasi ( 5 meni ) Peserta didik dan Guru memulai dengan berdoa bersama. Peserta didik disapa dan melakukan pemeriksaan kehadiran bersama dengan guru. Kegiatan Apersepsi dan motivasi ( 5 menit ) Mulailah kelas dengan mengajak peserta didik untuk melakukan aktivitas yang menarik minat peserta didik terhadap topik tentang gaya Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti Pengajaran Topik : Magnet, Sebuah Benda yang Ajaib ( 55 menit ) Lakukan kegiatan literasi dengan narasi tentang magnet pada Buku Murid. Ajukan pertanyaan kepada peserta didik “Menurut kalian jarum terbuat dari apa ya? Apakah kalian tahu atau pernah melihat benda yang dapat menarik benda besi?” Atau pertanyaan-pertanyaan lain untuk menggali pengetahuan awal mereka tentang magnet. Arahkan peserta didik untuk kegiatan Percobaan 1 sesuai instruksi pada Buku Murid (ref. jenis kegiatan Percobaan dapat dilihat di Panduan Umum Buku Guru). Bagikan Lembar Kerja dan berikan waktu 10 menit kepada peserta didik untuk mengeksplorasi sifat magnet pada Percobaan 1. Arahkan peserta didik untuk diskusi kelompok dengan pertanyaan pada Buku Murid: Apa yang terjadi saat kedua ujung yang sama didekatkan? Tolak menolak. Apa yang terjadi saat kedua ujung yang berbeda didekatkan? Tarik menarik. Siapkan peserta didik untuk Percobaan 2. Berikan waktu 10 menit kepada peserta didik untuk melakukan Percobaan sesuai instruksi. Arahkan peserta didik untuk diskusi kelompok dengan pertanyaan pada Buku Murid: Apa yang terjadi jika magnet didekatkan pada benda yang terbuat dari besi? Benda besi akan ditarik oleh magnet atau akan menempel pada magnet. Apa yang terjadi jika magnet didekatkan pada benda yang bukan terbuat dari besi? Tidak terjadi apa-apa. Apa perbedaan saat mendekatkan benda pada ujung magnet dan pada bagian lainnya? Bagian ujung lebih banyak menarik benda atau benda lebih banyak menempel di bagian ujung.) Pandu kegiatan diskusi dalam kelompok besar. Berikan pertanyaan-pertanyaan pancingan atau petunjuk agar peserta didik bisa mengidentifikasi sifat dari magnet. |
Pandu peserta didik untuk melakukan kegiatan diskusi (ref. jenis kegiatan diskusi dapat dilihat di Panduan Umum Buku Guru).
Tujuan diskusi: menyampaikan solusi-solusi yang sudah mereka pikirkan.
Arahkan peserta didik untuk menulis kesimpulan mengenai sifat magnet di lembar kerja.
Kegiatan Penutup ( 5 menit )
Guru memberikan refleksi
Murid dapat menyimpulkan isi materi pada pembelajaran hari ini.
Murid mengkomunikasikan kendala yang dihadapi dalam mengikuti pembelajaran hari ini.
Guru meminta peserta didik untuk melakukan Tugas lembar kerja peserta didik (LKPD).
Guru Bersama murid menutup kegiatan dengan doa dan salam.
REFLEKSI
Topik : Magnet, Sebuah Benda yang Ajaib
(Untuk memandu peserta didik, lihat bagian refleksi di Panduan Umum Buku Guru)
Apa hal menarik yang kalian pelajari pada topik ini?
Jawaban: Bervariasi.
Bagaimana magnet bisa menghasilkan gaya tarik menarik?
Saat didekatkan dengan kutub yang berbeda dan saat didekatkan dengan benda besi.
Bagaimana magnet bisa menghasilkan gaya tolak menolak?
Saat didekatkan dengan kutub yang sama.
Apa saja benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet?
Benda yang terbuat dari besi.
ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian
Jawablah pertanyaan berikut dengan jawaban yang tepat!
Sebutkan 2 sifatm- sifat magnet !
Sebutkan 3 benda yang dapat ditarik magnet !
Sebutkan 3 benda yang tidak dapat ditarik magnet !
Contoh Rubrik Penilaian Presentasi Produk
| Kriteria Penilaian | Sangat Baik | Baik | Cukup | Perlu Perbaikan |
|---|---|---|---|---|
| Isi presentasi: Judul Proyek Tujuan Proyek Cara Pembuatan Demo Produk Kesimpulan | Memenuhi semua kriteria. | Memenuhi 3-4 kriteria isi yang baik. | Memenuhi 1-2 kriteria isi yang baik. | Seluruh kriteria tidak terpenuhi |
| Sikap presentasi: Berdiri tegak. Suara terdengar jelas. Melihat ke arah audiens . Mengucapkan salam pembuka. Mengucapkan salam penutup. | Memenuhi semua kriteria. | Memenuhi 3-4 kriteria isi yang baik. | Memenuhi 1-2 kriteria isi yang baik. | Seluruh kriteria tidak terpenuhi |
| Pemahaman konsep | Saat menjelaskan tidak melihat bahan. presentasi. Penjelasan bisa dipahami | Melihat bahan presentasi sesekali. Penjelasan bisa dipahami | Sering melihat bahan presentasi. penjelasan kurang bisa dipahami | Membaca terus selama presentasi. Penjelasan tidak dapat dipahami. |
KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Peserta didik dengan nilai rata-rata dan nilai diatas rata-rata mengikuti pembelajaran dengan pengayaan
Remedial
Diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada murid yang belum mencapai CP.
| Mengetahui | Ngestiharjo 14 Juli 2025 |
|---|---|
| Kepala Madrasah | Guru Kelas IV |
| Hartati, S.Pd.I, M.Pd. | |
| NIP - 197212301993032001 | NIP. |
LAMPIRAN 4 :
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Lampiran Nama : …
Kelas : …
Petunjuk!
Contoh Perencanaan Pembelajaran adalah sebagai berikut: (RPP masing-masing Sekolah 1 TP, beberapa pertemuan)
| IDENTITAS MODUL | IDENTITAS MODUL | IDENTITAS MODUL |
|---|---|---|
| Penyusun | : | |
| Instansi | : | MIN 2 Kulon Progo |
| Jenjang Sekolah | : | SD |
| Fase/Kelas Mata | : | C/V |
| Pelajaran | : | IPAS |
| Alokasi Waktu | : | 4 JP |
| IDENTIFIKASI | IDENTIFIKASI | IDENTIFIKASI |
| Dimensi Profil Lulusan | Dimensi Profil Lulusan | Dimensi Profil Lulusan |
| Penalaran Kritis, Kreativitas, dan kolaboratif | Penalaran Kritis, Kreativitas, dan kolaboratif | Penalaran Kritis, Kreativitas, dan kolaboratif |
| DESAIN PEMBELAJARAN | DESAIN PEMBELAJARAN | DESAIN PEMBELAJARAN |
| A. Tujuan Pembelajaran | A. Tujuan Pembelajaran | A. Tujuan Pembelajaran |
| Murid memahami upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Indikator: Mengidentifikasi penggunaan listrik di sekolah Menganalisis bagaimana upaya menghemat energi listrik Membuat model kincir angin dari botol bekas | Murid memahami upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Indikator: Mengidentifikasi penggunaan listrik di sekolah Menganalisis bagaimana upaya menghemat energi listrik Membuat model kincir angin dari botol bekas | Murid memahami upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Indikator: Mengidentifikasi penggunaan listrik di sekolah Menganalisis bagaimana upaya menghemat energi listrik Membuat model kincir angin dari botol bekas |
| B. Praktik Pedagogis. | B. Praktik Pedagogis. | B. Praktik Pedagogis. |
| Model: PBL (Problem Based Learning) Metode: diskusi, wawancara, kerja kelompok | Model: PBL (Problem Based Learning) Metode: diskusi, wawancara, kerja kelompok | Model: PBL (Problem Based Learning) Metode: diskusi, wawancara, kerja kelompok |
| C. Kemitraan Pembelajaran | C. Kemitraan Pembelajaran | C. Kemitraan Pembelajaran |
| Antar murid: bekerja dalam kelompok kecil untuk melakukan pengamatan penggunaan listrik Kepala Sekolah, Penjaga Sekolah: wawancara penggunaan listrik berbagai ruang di sekolah | Antar murid: bekerja dalam kelompok kecil untuk melakukan pengamatan penggunaan listrik Kepala Sekolah, Penjaga Sekolah: wawancara penggunaan listrik berbagai ruang di sekolah | Antar murid: bekerja dalam kelompok kecil untuk melakukan pengamatan penggunaan listrik Kepala Sekolah, Penjaga Sekolah: wawancara penggunaan listrik berbagai ruang di sekolah |
| D. Lingkungan Pembelajaran | D. Lingkungan Pembelajaran | D. Lingkungan Pembelajaran |
| pembelajaran dilakukan di dalam kelas dan di luar ruang kelas ada diferensiasi proses dalam pembelajaran (dengan bantuan pendampingan guru) | pembelajaran dilakukan di dalam kelas dan di luar ruang kelas ada diferensiasi proses dalam pembelajaran (dengan bantuan pendampingan guru) |
|---|---|
| E. Pemanfaatan Digital | E. Pemanfaatan Digital |
| Perencanaan: Memanfaatkan IT (Chat GBT, Canva) Pelaksanaan: video https://youtu.be/Ex8DEgtfYJg | Perencanaan: Memanfaatkan IT (Chat GBT, Canva) Pelaksanaan: video https://youtu.be/Ex8DEgtfYJg |
| PENGALAMAN BELAJAR (Langkah-Langkah Pembelajaran) | PENGALAMAN BELAJAR (Langkah-Langkah Pembelajaran) |
| A. Awal | A. Awal |
| Murid bersama guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, pengecekan kehadiran dan sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif Murid bersama guru menyanyikan lagu Indonesia Raya Murid bermain permainan pemusatan konsentrasi Murid mengamati video singkat penggunaan alat elektronik yang membuat pembayaran listrik boros di link https://youtu.be/Ex8DEgtfYJg Murid menjawab pertanyaan pemantik “Apa yang kalian lihat dari video tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati murid. Murid menjawab pertanyaan guru terkait video “Apa penyebab pemakaian listrik menjadi boros?ˮ “Apakah dampak akibat pemakaian listrik yang boros?ˮ Murid menyimak penjelasan guru terkait tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran murid “Apa yang bisa kita lakukan untuk menghemat pemakaian listrik?” | Murid bersama guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, pengecekan kehadiran dan sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif Murid bersama guru menyanyikan lagu Indonesia Raya Murid bermain permainan pemusatan konsentrasi Murid mengamati video singkat penggunaan alat elektronik yang membuat pembayaran listrik boros di link https://youtu.be/Ex8DEgtfYJg Murid menjawab pertanyaan pemantik “Apa yang kalian lihat dari video tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati murid. Murid menjawab pertanyaan guru terkait video “Apa penyebab pemakaian listrik menjadi boros?ˮ “Apakah dampak akibat pemakaian listrik yang boros?ˮ Murid menyimak penjelasan guru terkait tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran murid “Apa yang bisa kita lakukan untuk menghemat pemakaian listrik?” |
| B. Inti | B. Inti |
| Memahami (berkesadaran, bermakna) | |
| Sintaks 1: Orientasi pada Masalah Murid mengamati gambar atau video tentang: lampu menyala di siang hari bolong, TV yang dibiarkan menyala tanpa ada yang menonton, kipas angin yang berputar di ruangan kosong, Charger HP yang tidak dicabut meski tidak digunakan. Dialog Pemantik: “Perhatikan gambar-gambar ini. Apa yang kalian lihat? Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana perasaan kalian melihat situasi seperti ini?” Sintaks 2: Mengorganisasi Murid untuk Belajar Murid dibagi menjadi beberapa kelompok (setiap kelompok 4-5 anak). Murid bersama-sama dalam kelompok mengamati penggunaan listrik di sekolah. Masing-masing kelompok mengunjungi ruangan yang berbeda untuk mendata alat-alat listrik dan penggunaannya di ruangan tersebut. Murid memperhatikan apakah ada lampu yang menyala di siang hari atau peralatan elektronik yang tetap menyala padahal tidak digunakan. Murid mengerjakan lembar kerja tentang daftar peralatan listrik, kebiasaan penggunaan listrik | Sintaks 1: Orientasi pada Masalah Murid mengamati gambar atau video tentang: lampu menyala di siang hari bolong, TV yang dibiarkan menyala tanpa ada yang menonton, kipas angin yang berputar di ruangan kosong, Charger HP yang tidak dicabut meski tidak digunakan. Dialog Pemantik: “Perhatikan gambar-gambar ini. Apa yang kalian lihat? Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana perasaan kalian melihat situasi seperti ini?” Sintaks 2: Mengorganisasi Murid untuk Belajar Murid dibagi menjadi beberapa kelompok (setiap kelompok 4-5 anak). Murid bersama-sama dalam kelompok mengamati penggunaan listrik di sekolah. Masing-masing kelompok mengunjungi ruangan yang berbeda untuk mendata alat-alat listrik dan penggunaannya di ruangan tersebut. Murid memperhatikan apakah ada lampu yang menyala di siang hari atau peralatan elektronik yang tetap menyala padahal tidak digunakan. Murid mengerjakan lembar kerja tentang daftar peralatan listrik, kebiasaan penggunaan listrik |
| yang boros dan dampak negatifnya dalam kehidupan sehari-hari. 7. Murid berdiskusi bagaimana upaya untuk menghemat listrik. |
|---|
| Sintaks 3: membimbing Penyelidikan Bersama kelompok, murid menyelesaikan studi kasus tentang pemborosan listrik. Murid berdiskusi dan mencari informasi dari buku/internet tentang sumber energi alternatif (misalnya, matahari, angin, air) yang ada lingkungan sekitar dan cara memanfaatkannya Mengaplikasi (bermakna, menggembirakan) Bersama kelompok, murid diarahkan untuk memecahkan masalah tentang pemborosan energi dengan membuat model kincir angin sederhana secara kreatif dari barang bekas sebagai solusi penghematan energi Guru membimbing, mengarahkan, dan memonitor perkembangan belajar setiap kelompok Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Setiap kelompok mempresentasikan hasil produk model kincir sederhana yang telah dibuat. Kelompok lain memperhatikan presentasi dan memberikan masukan untuk pengembangan/penyempurnaan model kincir angin sederhana yang telah dibuat. Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan) Sintaks 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah Setiap kelompok menganalisis model mereka sendiri dengan panduan pertanyaan: “Apa kelebihan kincir angin yang kalian buat?” “Apa kekurangan atau masalah yang kalian temukan?” “Bagian mana yang paling sulit dibuat?” “Apakah kincir angin kalian bisa berputar dengan baik?” Bagaimana proyek ini membuat kalian lebih peduli terhadap lingkungan? Setelah proyek ini, kebiasaan baru apa yang akan kalian terapkan terus-menerus untuk menghemat energi? Menurut kalian, bagaimana peran sekolah dan keluarga dalam mendukung upaya penghematan energi? Untuk pengayaan lebih lanjut anak merefleksikan diri dengan penuh kreativitas dan kolaborasi dalam kelompoknya berdasarkan apa yang dipelajari dengan membuat poster hemat listrik kaitannya dengan iklim menggunakan canva atau manual.* (untuk pertemuan selanjutnya) |
| C. Penutup (berkesadaran, bermakna) | C. Penutup (berkesadaran, bermakna) | C. Penutup (berkesadaran, bermakna) | C. Penutup (berkesadaran, bermakna) | C. Penutup (berkesadaran, bermakna) | C. Penutup (berkesadaran, bermakna) |
|---|---|---|---|---|---|
| Murid bersama guru menyimpulkan pembelajaran Murid melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan reflektif apa hal paling penting yang saya pelajari hari ini? apa yang membuat saya tertantang dalam pembelajaran berlangsung? bagaimana perasaan saya selama proses pembelajaran? apa yang bisa saya lakukan lebih baik di pertemuan berikutnya? konsep mana yang paling saya pahami? konsep mana yang masih membingungkan? Murid bersama guru berdoa bersama setelah selesai pembelajaran | Murid bersama guru menyimpulkan pembelajaran Murid melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan reflektif apa hal paling penting yang saya pelajari hari ini? apa yang membuat saya tertantang dalam pembelajaran berlangsung? bagaimana perasaan saya selama proses pembelajaran? apa yang bisa saya lakukan lebih baik di pertemuan berikutnya? konsep mana yang paling saya pahami? konsep mana yang masih membingungkan? Murid bersama guru berdoa bersama setelah selesai pembelajaran | Murid bersama guru menyimpulkan pembelajaran Murid melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan reflektif apa hal paling penting yang saya pelajari hari ini? apa yang membuat saya tertantang dalam pembelajaran berlangsung? bagaimana perasaan saya selama proses pembelajaran? apa yang bisa saya lakukan lebih baik di pertemuan berikutnya? konsep mana yang paling saya pahami? konsep mana yang masih membingungkan? Murid bersama guru berdoa bersama setelah selesai pembelajaran | Murid bersama guru menyimpulkan pembelajaran Murid melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan reflektif apa hal paling penting yang saya pelajari hari ini? apa yang membuat saya tertantang dalam pembelajaran berlangsung? bagaimana perasaan saya selama proses pembelajaran? apa yang bisa saya lakukan lebih baik di pertemuan berikutnya? konsep mana yang paling saya pahami? konsep mana yang masih membingungkan? Murid bersama guru berdoa bersama setelah selesai pembelajaran | Murid bersama guru menyimpulkan pembelajaran Murid melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan reflektif apa hal paling penting yang saya pelajari hari ini? apa yang membuat saya tertantang dalam pembelajaran berlangsung? bagaimana perasaan saya selama proses pembelajaran? apa yang bisa saya lakukan lebih baik di pertemuan berikutnya? konsep mana yang paling saya pahami? konsep mana yang masih membingungkan? Murid bersama guru berdoa bersama setelah selesai pembelajaran | Murid bersama guru menyimpulkan pembelajaran Murid melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan reflektif apa hal paling penting yang saya pelajari hari ini? apa yang membuat saya tertantang dalam pembelajaran berlangsung? bagaimana perasaan saya selama proses pembelajaran? apa yang bisa saya lakukan lebih baik di pertemuan berikutnya? konsep mana yang paling saya pahami? konsep mana yang masih membingungkan? Murid bersama guru berdoa bersama setelah selesai pembelajaran |
| ASESMEN | ASESMEN | ASESMEN | ASESMEN | ASESMEN | ASESMEN |
| A. Asesmen Awal Pembelajaran | A. Asesmen Awal Pembelajaran | A. Asesmen Awal Pembelajaran | A. Asesmen Awal Pembelajaran | A. Asesmen Awal Pembelajaran | A. Asesmen Awal Pembelajaran |
| Penilaian Diri Petunjuk Berilah tanda centang (✓) pada kolom pernyataan berikut sesuai pemahamanmu. | Penilaian Diri Petunjuk Berilah tanda centang (✓) pada kolom pernyataan berikut sesuai pemahamanmu. | Penilaian Diri Petunjuk Berilah tanda centang (✓) pada kolom pernyataan berikut sesuai pemahamanmu. | Penilaian Diri Petunjuk Berilah tanda centang (✓) pada kolom pernyataan berikut sesuai pemahamanmu. | Penilaian Diri Petunjuk Berilah tanda centang (✓) pada kolom pernyataan berikut sesuai pemahamanmu. | Penilaian Diri Petunjuk Berilah tanda centang (✓) pada kolom pernyataan berikut sesuai pemahamanmu. |
| No. | Pernyataan | Ya | Tidak | ||
| 1. | Aku tahu apa itu energi. | ||||
| 2. | Aku dapat menyebutkan berbagai jenis energi. | ||||
| 3. | Aku tahu di mana kita mendapatkan energi utama yang kita gunakan sehari-hari. | ||||
| 5. | Aku tahu cara menghemat energi. | ||||
| 6. | Aku bisa menyebutkan cara-cara menghemat energi di rumah. | ||||
| 7. | Aku bisa menyebutkan cara-cara menghemat energi di sekolah. | ||||
| 8. | Aku tahu dampak penggunaan energi yang berlebihan terhadap lingkungan. | ||||
| 9. | Aku peduli penghematan energi. | ||||
| 10. | Aku berusaha untuk menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari. | ||||
| 11. | Aku tahu apa itu energi alternatif. | ||||
| 12. | Aku dapat menyebutkan beberapa contoh sumber energi alternatif. | ||||
| 13. | Aku tahu kelebihan dan kekurangan energi alternatif dibandingkan energi konvensional. | ||||
| 14. | Aku mengerti bagaimana energi alternatif dapat dihasilkan. | ||||
| 15. | Aku tahu pentingnya energi alternatif. |
| Daftar ceklis ini digunakan sebagai asesmen awal. Murid yang menjawab ‘Ya’ kurang dari 7 kemudian dipasangkan dengan murid yang menjawab ‘Ya’ lebih dari 7. Murid yang menjawab ‘Ya’ kurang dari 7 dapat bertanya kepada temannya, dan temannya menjawab dan menjelaskan pertanyaan. Apabila murid tidak bisa menjelaskan, guru dapat membantu mengarahkan mengenai pembahasan pertanyaan. |
|---|
| B. Asesmen Proses Pembelajaran |
| Kegiatan : Mengamati penggunaan energi listrik di sekolah Inbstrumen tes: Lembar observasi guru Lembar Observasi Partisipasi Diskusi Upaya Menghemat Listrik Nama Murid: Kelas: Tanggal: Keterangan: Sangat Baik: 13-16 |
| Penilaian Sumatif : Penilaian Produk Kincir angin RUBRIK PENILAIAN PRODUK: MEMBUAT MODEL KINCIR ANGIN DARI BARANG BEKAS Nama Kelompok: Anggota: |
| Penilaian Sumatif: Tes tertulis Lembar Soal Uraian Sebuah keluarga memiliki dua pilihan untuk menghemat listrik di rumah mereka: Mengganti semua lampu pijar dengan lampu LED. Mematikan semua peralatan elektronik saat tidak digunakan. Jika keluarga tersebut hanya mampu melakukan salah satu dari pilihan tersebut, manakah yang lebih efektif dalam jangka panjang dan mengapa? Pertimbangkan faktor biaya, efisiensi energi, dan dampak lingkungan. Di sebuah sekolah, terdapat banyak ruang kelas yang lampunya dibiarkan menyala sepanjang hari, meskipun ruangan tersebut tidak digunakan. Jelaskan bagaimana cara mengedukasi murid dan guru tentang pentingnya hemat energi dan bagaimana cara mereka dapat berkontribusi dalam mengurangi penggunaan listrik di sekolah. Buatlah contoh kampanye yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang hemat energi di sekolah. Sebuah desa terpencil ingin mengembangkan sistem energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka. Desa tersebut memiliki potensi sumber daya alam berupa tenaga surya dan air. Diskusikan keuntungan dan tantangan dalam mengembangkan sistem energi terbarukan di desa tersebut, serta bagaimana hal itu dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Seorang murid diminta untuk membuat model alat penghemat energi sederhana yang dapat digunakan di rumah. Buatlah rancangan alat tersebut, jelaskan cara kerjanya, dan manfaat apa yang bisa diperoleh dari penggunaan alat tersebut. |
|---|
Lampiran 5 : Program Kokurikuler
- Kokurikuler
Tabel 16. Program Kokurikuler
Contoh 1
| No | Kelas | Dimensi | Tema | Jenis Kokurikuler | Bentuk Kegiatan | Mata Pelajaran Terkait | Alokasi Waktu |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | I – II | Kolaborasi | Kenali Lingkunganku | Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu | Mengamati lingkungan sekitar Mendata ekosistem yang ada di sekitar Belajar menanam tanaman Merawat tanaman Membuat poster upaya menjaga lingkungan | Bahasa Indonesia Seni Budaya Matematika | 72 |
| 2 | I – II | Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kesehatan | Sehat Jiwa dan Ragaku | Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat | TPA Sholat dhuha Senam Anak Indonesia Hebat Jalan Sehat Isi Piringku | 72 | |
| 3 | I – II | Penalaran Kritis | Literasi | Cara Lainnya | Membaca bersama (Read Aloud) Membaca dalam hati Mejelaskan makna kata, kalimat dari bacaan yang dibaca. Bercerita | Bahasa Indonesia Mapel lain bisa diisikan sesuai acaan yang dibaca | 72 |
| No | Kelas | Dimensi | Tema | Jenis Kokurikuler | Bentuk Kegiatan | Mata Pelajaran Terkait | Alokasi Waktu |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kunjungan ke perpusda Menulis sesuai ejaan yang benar Catatan: Bacaan bisa diawali dengan cerita yang menyenangkan, bacaan terkait materi lain (matematika, pengetahuan umum, seni budaya, dan Pendidikan Pancasila) | atau tulis (matematika, seni budaya, pendidikan pancasila) | ||||||
| Total Alokasi Waktu Kelas I dan II | Total Alokasi Waktu Kelas I dan II | Total Alokasi Waktu Kelas I dan II | Total Alokasi Waktu Kelas I dan II | Total Alokasi Waktu Kelas I dan II | Total Alokasi Waktu Kelas I dan II | Total Alokasi Waktu Kelas I dan II | 216 |
| 4 | III – V | Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kesehatan | Sehat Jiwa dan Ragaku | Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat | TPA Sholat dhuha Senam Anak Indonesia Hebat Jalan Sehat Isi Piringku Sholat dhuhur | 72 | |
| 5 | III – V | Kolaborasi | Kenali Lingkunganku | Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu | Mengamati lingkungan sekitar Mendata ekosistem yang ada di sekitar Wawancara dengan narasumber Mengidentifikasi lahan sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk proses menanam Belajar menanam tanaman mulai dari membuat media tanam Merawat tanaman dan membuat laporannya Membuat poster upaya menjaga lingkungan | Bahasa Indonesia Seni Budaya Matematika | 108 |
| No | Kelas | Dimensi | Tema | Jenis Kokurikuler | Bentuk Kegiatan | Mata Pelajaran Terkait | Alokasi Waktu |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 6 | III – V | Penalaran Kritis | Literasi | Cara Lainnya | Membaca dan menganalisis makna bacaan Membuat dan menulis kalimat yang benar Membuat paragraf sesuai genre Membuat cerita Bercerita Membuat mading Kunjungan ke perpusda Catatan: Bacaan bisa terkait materi lain (matematika, pengetahuan umum, seni budaya, dan Pendidikan Pancasila) | Bahasa Indonesia Mapel lain bisa diisikan sesuai acaan yang dibaca atau tulis (matematika, seni budaya, IPAS, pendidikan pancasila) | 72 |
| Total Alokasi Waktu Kelas III – V | Total Alokasi Waktu Kelas III – V | Total Alokasi Waktu Kelas III – V | Total Alokasi Waktu Kelas III – V | Total Alokasi Waktu Kelas III – V | Total Alokasi Waktu Kelas III – V | Total Alokasi Waktu Kelas III – V | 252 |
| 7 | VI | Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kesehatan | Sehat Jiwa dan Ragaku | Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat | TPA Sholat dhuha Senam Anak Indonesia Hebat Jalan Sehat Isi Piringku Sholat dhuhur | Pendidikan Agama PJOK | 64 |
| 8 | VI | Kolaborasi | Kenali Lingkunganku | Pembelajaran kolaboratif | Mengamati lingkungan sekitar Mendata ekosistem yang ada di sekitar | Bahasa Indonesia | 96 |
| No | Kelas | Dimensi | Tema | Jenis Kokurikuler | Bentuk Kegiatan | Mata Pelajaran Terkait | Alokasi Waktu |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| lintas disiplin ilmu | Wawancara dengan narasumber Mengidentifikasi lahan sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk proses menanam Belajar menanam tanaman mulai dari membuat media tanam Merawat tanaman dan membuat laporannya Membuat poster upaya menjaga lingkungan | Seni Budaya Matematika | |||||
| 9 | VI | Penalaran Kritis | Literasi | Cara Lainnya | Membaca dan menganalisis makna bacaan Membuat dan menulis kalimat yang benar Membuat paragraf sesuai genre Membuat cerita Bercerita Membuat mading Kunjungan ke perpusda Catatan: Bacaan bisa terkait materi lain (matematika, pengetahuan umum, seni budaya, dan Pendidikan Pancasila) | Bahasa Indonesia Mapel lain bisa diisikan sesuai acaan yang dibaca atau tulis (matematika, seni budaya, IPAS, pendidikan pancasila) | 64 |
| Total Alokasi Waktu Kelas VI | Total Alokasi Waktu Kelas VI | Total Alokasi Waktu Kelas VI | Total Alokasi Waktu Kelas VI | Total Alokasi Waktu Kelas VI | Total Alokasi Waktu Kelas VI | Total Alokasi Waktu Kelas VI | 224 |